Showing posts with label konsep. Show all posts
Showing posts with label konsep. Show all posts
Tuesday, February 14, 2017
Konsep Dasar Mioma Uteri
Konsep Dasar Mioma Uteri
A. PENGERTIAN
Mioma uteri adalah neoplasma jinak yang berasal dari lapisan otot uterus dan jaringan ikat yang menumpangnya, sehingga dalam kepustakaan juga dikenal istilah fibromioma, leiomioma, ataupun fibroid. Mioma uteri adalah tumor jinak yang terutama terdiri dari sel-sel otot polos, tetapi juga jaringan ikat. Sel-sel ini tersusun dalam bentuk gulungan, yang bila membesar akan menekan otot uterus normal (Marwan, 2010). Myoma Uteri umumnya terjadi pada usia lebih dari 35 tahun. Dikenal ada dua tempat asal myoma uteri yaitu pada serviks uteri (2 %) dan pada korpus uteri (97%), belum pernah ditemukan myoma uteri terjadi sebelum menarche (Lesmana W, 2010).
B. ETIOLOGI
Penyebab dari mioma uteri belum diketahui secara pasti. Namun diduga ada beberapa faktor yang berhubungan dengan pertumbuhan mioma uteri, antara lain :
-Faktor Hormonal
Hormon estrogen dan progesteron berperan dalam perkembangan mioma uteri. Mioma jarang timbul sebelum masa pubertas, meningkat pada usia reproduktif, dan mengalami regresi setelah menopause. Semakin lama terpapar dengan hormon estrogen seperti obesitas dan menarche dini, akan meningkatkan kejadian mioma uteri.
- Faktor Genetik
Mioma memiliki sekitar 40% kromosom yang abnormal, yaitu adanya translokasi antara kromosom 12 dan 14, delesi kromosom 7 dan trisomi dari kromosom 12
-.Faktor Pertumbuhan
Faktor pertumbuhan berupa protein atau polipeptida yang diproduksi oleh sel otot polos dan
fibroblas, mengontrol proliferasi sel dan merangsang pertumbuhan dari mioma.
C. KLASIFIKASI
Menurut letaknya, mioma uteri dapat di klasifikasikan sebagai :
1. Mioma submukosum: mioma berada di bawah endometrium dan menonjol ke dalam rongga uterus. Mioma submukosum dapat tumbuh bertangkai, kemudian dilahirkan melalui saluran servik (mioma geburt).
2. Mioma intramural: mioma terdapat di dinding uterus di antara serabut miometrium.
3. Mioma subserosum: mioma yang tumbuh keluar dinding uterus sehingga menonjol pada permukaan uterus, diliputi oleh serosa. Mioma subserosum dapat tumbuh di antara kedua lapisan ligamentum latum menjadi mioma intra ligamenter, selain itu mioma subserosum dapat pula tumbuh menempel pada jaringan lain misalnya ke ligamentum atau omentum dan kemudian membebaskan diri dari uterus, sehingga disebut wandering/parasitic fibroid.
4. Mioma pedunkulata : mioma yang melekat ke dinding uterus dengan tangkai yang bisa masuk ke peritoneal atau cavum uteri
D. GEJALA
Gejala klinik terjadi hanya pada sekitar 35 % 50% dari pasien yang terkena. Adapun gejala klinik yang dapat timbul pada mioma uteri:
1.Perdarahan abnormal, merupakan gejala klinik yang sering ditemukan (30%). Bentuk perdarahan yang ditemukan berupa: menorargia, metroragia, dan hipermenorrhea. Perdarahan dapat menyebabkan anemia defisiensi Fe. Perdarahan abnormal ini dapat dijelaskan oleh karena bertambahnya area permukaaan dari endometrium yang menyebabkan gangguan kontraksi otot rahim, distorsi dan kongesti dari pembuluh darah di sekitarnya dan ulserasi dari lapisan endometrium.
2.Nyeri
Rasa nyeri bukanlah gejala yang khas tetapi dapat timbul karena gangguan sirkulasi darah pada sarang mioma. Pada pengeluaran mioma submukosum yang akan dilahirkan, juga pertumbuhannya yang mempersempit kanalis servikalis dapat menyebabkan dismenore. Selain itu, penyebab timbulnya nyeri pada kasus mioma utreri adalah karena proses degenerasi ganas. Penekanan pada visera oleh ukuran mioma uteri yang membesar juga bisa menimbulkan keluhan nyeri. Dengan bertambahnya ukuran dan proses inflamasi juga menimbulkan rasa yang tidak nyaman pada regio pelvis.
3.Efek penekanan
Gangguan ini tergantung dari besar dan tempat mioma uteri. Penekanan oleh mioma uteri pada vesika urinaria menimbulkan keluhan-keluhan pada traktus urinarius, seperti perubahan frekuensi miksi sampai dengan keluhan retensio urin hingga dapat menyebabkan hidroureter dan hidronefrosis. Konstipasi dan tenesmia juga merupakan keluhan pada penderita mioma uteri yang menekan rektum. Dengan ukuran yang besar berakibat penekanan pada vena-vena di regio pelvis yang bisa menimbulkan edema tungkai. Gejala lain akibat tekanan pada organ-organ sekitarnya mencakup nyeri, sakit kepala, konstipasi dan masalah-masalah perkemihan. Menorrhagi dan metroragi terjadi karena fibroid (dapat merusak lapisan uterus).
E. DIAGNOSIS
Diagnosismiomauteri ditegakkan berdasarkan:
1. Anamnesis:
a. Timbul benjolan di perut bagian bawah dalam waktu yang relatif lama.
b. Kadang-kadang disertai gangguan haid, buang air kecil atau buang air besar
c. Nyeri perut bila terinfeksi, terpuntir, pecah.
2. Pemeriksaan fisik
Palpasi abdomen didapatkan tumor di abdomen bagian bawah.
Pemeriksaan ginekologik dengan pemeriksaan bimanual didapatkan tumor tersebut menyatu dengan rahim atau mengisi kavum Douglasi.
Konsistensi padat, kenyal, mobil, permukaan tumor umumnya rata.
3. Gejala klinis
Adanya rasa penuh pada perut bagian bawah dan tanda massa yang padat kenyal.
Adanya perdarahan abnormal.
Nyeri, terutama saat menstruasi.
Infertilitas dan abortus.
4. Pemeriksaan luar
Teraba massa tumor pada abdomen bagian bawah serta pergerakan tumor dapat terbatas atau bebas.
5.Pemeriksaan dalam.
Teraba tumor yang berasal dari rahim dan pergerakan tumor dapat terbatas atau bebas dan ini biasanya ditemukan secara kebetulan.
6.Pemeriksaan penunjang
- USG, untuk menentukan jenis tumor, lokasi mioma, ketebalan endometriium dan keadaan adnexa
- dalam rongga pelvis. USG abdominal dan transvaginal dapat membantu dan menegakkan dugaan
- klinis dari mioma uteri. Mioma juga dapat dideteksi dengan CT scan ataupun MRI, tetapi kedua
- pemeriksaan itu lebih mahal dan tidak memvisualisasi uterus sebaik USG. Untungnya,
- leiomiosarkoma sangat jarang karena USG tidak dapat membedakannya dengan mioma dan
- konfirmasinya membutuhkan diagnosa jaringan.
- Dalam sebagian besar kasus, mioma mudah dikenali karena pola gemanya pada beberapa bidang
- tidak hanya menyerupai tetapi juga bergabung dengan uterus; lebih lanjut uterus membesar dan berbentuk tak teratur.
- Foto BNO/IVP pemeriksaan ini penting untuk menilai massa di rongga pelvis serta menilai fungsi ginjal dan perjalanan ureter.
- Histerografi dan histeroskopi, Histeroskopi yaitu menggunakan alat histeroskop berupa teleskop yang tipis yang dimasukkan melalui serviks ke dalam uterus. untuk menilai pasien mioma submukosa disertai dengan infertilitas.
- Laparaskopi untuk mengevaluasi massa pada pelvis.
- Laboratorium : darah lengkap, urine lengkap, gula darah, tes fungsi hati, ureum, kreatinin darah.
- Tes kehamilan.
Available link for download
Tuesday, February 7, 2017
Konsep Masyarakat Maritim
Konsep Masyarakat Maritim
Konsep Masyarakat Maritim - Sudah menjadi suatu mitos yang berkembang ditengah-tengah masyarakat bahwa Indonesia memiliki kekayaan laut yang berlimpah, baik sumber hayatinya maupun non hayatinya, walaupun mitos seperti itu perlu dibuktikan dengan penelitian yang lebih mendalam dan komprehensif. Terlepas dari mitos tersebut, kenyataannya Indonesia adalah negara maritim dengan 70% wilayahnya adalah laut, namun sangatlah ironis sejak 46 tahun yang lalu kebijakan pembangunan kesehatan masyarakat tidak pernah mendapat perhatian yang serius dari pemerintah.
Munculnya tatanan masyarakat maritim sebagai suatu komunitas tradisional berawal dari kebangkitan kerajaan maritim di Sulawesi Selatan yang sangat berpengaruh di Kawasan Timur Indonesia pada abad XV XVII. Setidaknya, ada tiga ciri utama pola dasar pembentukan kehidupan budaya masyarakat maritim yaitu kultur laut (tas akkajang), tradisi agraris (pallaon ruma) dan mobilitas pasar (pasa-maroae) atau pedagang. Ketiga pola ini erat hubungannya dengan ekologi, letak geografis dan tatanan sosial-budaya masyarakat maritim.

Bila tasi akkajang dominan dalam aktivitas masyarakat, maka pranata-pranata yang tumbuh dalam masyarakat mengarah ke kultur laut. Dalam suasana seperti ini, ritual-ritual yang erat hubungannya dengan laut tumbuh dan menjadi pesat. Ilmu pengetahuan, seni, arsitektur, adat, mistik, hukum yang erat hubungannya dengan dunia kemaritiman tumbuh dengan pesatnya. Secara historis pertumbuhan masyarakat semacam ini dapat ditemukan pada daerah-daerah pesisir Sulawesi Selatan yang mendapat pengaruh dari kerajaan Gowa, kerajaan Makassar pada abad XVI XVII. Bila aktivitas pallaon-ruma mewarnai kegiatan masyarakat, maka pranata-pranata yang tumbuh pun merujuk ke tradisi agraris. Pada masyarakat ini ditemukan ritual-ritual agraris. Ilmu pengetahuan, seni, arsitektur, adat, mistik, hukum dan lain-lainnya yang berkaitan erat dengan pertanian tumbuh pesat. Basis agraris ini dipengaruhi oleh kerajaan Bone, Sidenreng dan Soppeng yang merupakan kerajaan agraris Bugis dan sangat berpengaruhi di daerah pedalaman Sulawesi Selatan pad abad ke XV XVII.
Bila aktivitas pasa maroae atau pa balu-balu lebih dominan dalam masyarakat maritim, maka aturan-aturan atau adat istiadat yang menyangkut perdagangan/jual beli (bicaranna pabalue) menjadi ketentuan yang sangat dipatuhi oleh masyarakat. Kondisi masyarakat semacam ini berada di bawah pengaruh kerajaan Wajo yang hingga sekarang dikenal sebagai negeri asal para pedagang Bugis. Konsep budaya maritim, tidak hanya terbatas pada masalah tasi akkajang tetapi juga sangat erat hubungannya dengan pasa maroae atau pa balu-balu yang dilakukan melalui pelayaran dan lintas laut. Corak niaga semacam ini disebut passompe atau perniagaan laut.
Kompleksitas perwujudan budaya yang berhubungan dengan laut, dapat dilihat dari dua sisi. Pertama, tradisi besar kemaritiman, diwakili kaum bangsawan, orang-orang baik (tubaji), dan orang-orang kaya (tukalumannyang), para pemilik modal, serta penduduk perkotaan di pesisir pantai. Kedua, tradisi kecil kemaritiman diwakili rakyat biasa atau nelayan, para sawi (klien). Pada tradisi besar kemaritiman ditemukan kompleksitas budaya yang mencakup; ide-ide gagasan-gagasan, nilai-nilai, aturan-aturan, tindakan-tindakan, dan aktivitas serta benda-benda hasil karya yang berhubungan dengan laut, baik secara langsung atau tidak langsung. Secara harfiah dapat dikatakan bahwa filsafat, seni, mistik, arsitektur, birokrasi, perang dan lain-lain bersumber dari tradisi besar. Dengan demikian, tampak adanya perbedaan antara kebudayaan maritim dan kebudayaan nelayan.
Nelayan acap kali diasosiasikan dengan kemiskinan dan karenanya budaya nelayan atau kebiasaan masyarakat pesisir diidentikkan dengan kemiskinan atau budaya orang miskin. Meskipun tak dapat disangkali bahwa pendukung kebudayaan maritim adalah kaum nelayan, tetapi nelayan hanyalah kelompok masyarakat pemangku abiasang jemma tebbe (little tradition) dari masyarakat bahari. Jaringan aktivitasnya sangat terbatas pada penangkapan ikan, sistem pengetahuan yang berkembang pun berhubungan erat dengan penangkapan ikan dan sumberdaya laut, sementara jaringan sosial-nya sangat terbatas pada network pinggawa-sawi (patron-klien). Sedangkan Badan Pendidikan Latihan dan Penyuluhan Pertanian (BPLPP) Departemen Pertanian mengartikan nelayan sebagai pengelola usaha penangkapan ikan yang sebagian atau seluruh pendapatannya diperoleh dengan jalan melakukan penangkapan ikan di laut atau perairan umum.
Nama : Andi Asrul Zani
Nim : A21113310
Jurusan : Manajemen (B)
Fakultas : Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin Makassar
Available link for download
Labels:
konsep,
maritim,
masyarakat
Sunday, November 6, 2016
Konsep serta Susunan Acara Perpisahan dan Penyambutan
Konsep serta Susunan Acara Perpisahan dan Penyambutan
Dalam hal hal tertentu ada kalanya sebuah institusi atau Perusahaan harus mengadakan acara Perpisahan dan Penyambutan atau sering disebut Farewell Party, dalam bahasa Kabinet Pemerintahan acara ini juga sering disebut sebagai Sertijab (Serah Terima Jabatan).
Saya disini akan share sedikit mengenai Konsep dan Susunan Acara Farewell Party untuk perusahaan yang akan melakukan Pergantian Direksi. Event seperti ini umumnya di selenggarakan jika ada Pergantian Direktur Perusahaan Multinasional, artinya seorang Direktur lama akan dipindah tugaskan memimpin cabang perusahaan di negara yang berbeda, sementara Calon Direktur akan didatangkan dari cabang perusahaan lainnya di negara yang berbeda pula.
Konsep Acara Farewell Party

Pengalaman ini saya dapatkan ketika masih bekerja di sebuah Event Organizer ternama di Kota Bandung Satoe Komunika EO [lihat websitenya disini].
Yang terpenting dalam menyusun acara perpisahan seperti ini adalah harus thematik mengacu pada negara tujuan dan negara asal dari Eks dan Calon Direktur.
Rangkaian Dekorasi harus disesuaikan dengan Negara yang akan menjadi rumah baru bagi eks Direktur, kemudian gunakan imajinasi, property dan teknologi untuk mengubah suasana dengan Thema Negara asal Calon direktur baru.
Maka dari itu diperlukan tim Desain dan Dekorasi yang ahli serta Team yang dapat mengorganized agar imajinasi tersebut dapat terlaksanan dengan baik.
Susunan Acara Farewell Party
- Usahakan Desain Dekorasi ruangan atau Ballrom tetap tertutup hingga acara dimulai, ini bertujuan untuk memberi kesan kejutan pada peserta / tamu undangan
- Dekorasi Thematik yang dimunculkan pertama kali adalah thema negara tujuan eks Direktur
- Rangkaian acara (silahkan gunakan ide anda, bisa diisi dengan berbagai entertainment)
- Dekorasi Thematik di set sedemikian rupa sehingga seolah dapat berubah ke Dekorasi thematik dari Calon Direktur baru. (Fungsi Desain, Multimedia dan Lighting sangat berperan disini)
- Untuk lebih sempurnanya mengenai penyelenggaraan Event seperti ini ada baiknya menggunakan Jasa Event organizer terbaik, biasanya mereka lebih faham mengenai hal hal dan teknis yang dapat mendukung terselenggaranya acara dengan baik.
Available link for download
Labels:
acara,
dan,
konsep,
penyambutan,
perpisahan,
serta,
susunan
Subscribe to:
Posts (Atom)