Showing posts with label pendidikan. Show all posts
Showing posts with label pendidikan. Show all posts

Thursday, February 23, 2017

Kontak kementrian pendidikan dan kebudayaan

Kontak kementrian pendidikan dan kebudayaan


Kontak Kami

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jalan Jenderal Sudirman Senayan Jakarta 10270.

Informasi dan pengaduan seputar pendidikan
Call center : 177
Telepon alternatif : 021 5703303
SMS : 0811976929
Email : pengaduan@kemdikbud.go.id
Twitter : @Kemdikbud_RI
Facebook : www.facebook.com/Kemdikbud.RI

Laman kemdikbud.go.id dikelola oleh Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat (PIH) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Gedung C Kemdikbud Lantai 4, Telepon/Faks 021 5701088, 021 57950226.

Available link for download

Read more »

Friday, January 20, 2017

KOMITMEN DAN PEMERATAAN PEMBIAYAAN INVESTASI PENDIDIKAN

KOMITMEN DAN PEMERATAAN PEMBIAYAAN INVESTASI PENDIDIKAN


File Name : Komitmen Dan Pemerataan Pembiayaan Investasi Pendidikan
File Type : .doc Microsoft Word With ZIP
File Size : 135.11 KB
Source : www.anakciremai.com
Description :www.anakciremai.com
Download : Click Here to download

Available link for download

Read more »

Friday, November 25, 2016

Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2016 2017 SD MI SMP MTs SMA MA SMK

Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2016 2017 SD MI SMP MTs SMA MA SMK




Pada Kalender Pendidikan 2016/2017 ini, penyerahan Laporan Penilaian Perkembangan peserta didik Untuk Semester 1(satu) dilaksanakan sebelum libur semester 1 (satu) tanggal 22 Desember 2016. Sedangkan Untuk Semester 2 (dua) dilaksanakan sebelum libur semester 2 (dua) tanggal 17 Juni 2017

LINK DOWNLOAD KALENDER PENDIDIKAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017
Kalender Pendidikan 2016/2017 Versi 01
(Kalender Pendidikan 2016/2017 Versi 02)

Available link for download

Read more »

Monday, November 21, 2016

linux di dunia pendidikan

linux di dunia pendidikan



1. Pengantar

Berbicara mengenai pendidikan maka kita akan dihadapkan pada beberapa aspek pokok, antara lain : 1. Kurikulum & Riset 2. Administrasi Pendidikan 3. Sarana & prasarana 4. Kegiatan ekstra kurikuler 5. Alumni dan dunia kerja. Kalau akan dibahas semua ,tentu kita memerlukan waktu yang cukup dan kompetensi yang memadai serta lengkap. Untuk itu, tulisan ini akan dibatasi hanya pada hal-hal yang berkaitan dengan pokok bahasan yaitu yang ada kaitannya dengan teknologi komputer dan teknologi informasi.

Membahas komputer berarti juga akan membahas software. Secara singkat software dapat di kelompokkan kepada sistem operasi dan aplikasi. Sistem operasi sangat menentukan bagaimana suatu hardware komputer bekerja, berkomunikasi dan dimanfaatkan untuk berbagai hal. Suatu sistem operasi yang handal akan menjamin aplikasi-aplikasi yang berjalan di atas nya, pada suatu tingkat ke stabilan proses dan keamanan tertentu. Karena itu pemilihan Sistem Operasi (platform) tertentu adalah hal yang penting dan strategis.

Penerapan komputer pada dunia pendidikan tidak berbeda jauh permasalahannya dengan bidang-bidang yang lain. Apabila sudah melibatkan teknologi komputer dan teknologi informasi maka mau tidak mau akan ada suatu perubahan kultur dan prosedur interaksi yang harus sesuai dengan teknologi yang digunakan tersebut. Termasuk didalamnya penyediaan, pemakaian, pemeliharaan, pengembangan dan proses duplikasi serta transformasi sains dan teknologi.

Melihat perkembangan dunia dan ketersediaan sumber daya Indonesia saat ini maka

a)Implementasi Teknologi Komputer dan Teknologi Informasi di dunia pendidikan (Indonesia khususnya) adalah suatu keharusan.

b) Implementasi ini tidak boleh mahal, mengingat dunia pendidikan juga menyentuh kebutuhan pokok masyarakat luas.

c) Implementasi ini harus tetap dapat mengakomodasi setiap Perkembangan Sains secara cepat dan menyeluruh baik secara aktif maupun pasif.

2. OPEN SOURCE & FREE SOFTWARE

Konsep ini pertamakali di populerkan oleh Eric Raymond. Software yang dalam pengembangannya menganut sistem Open Source ini biasanya mencapai tahap kematangan (mature) lebih cepat dibandingkan dengan software komersial yang menggunakan Close Source. Contoh kecepatan ini dapat anda amati salah satunya di http://www.kernelnotes.org . Open Source berarti: kode program dari software tersebut dapat di buka oleh siapa saja, sehingga siapa pun dapat melihat keunggulan, kelemahan dari software itu dengan cepat, lalu kalau mampu dapat memperbaikinya, dan seterusnya tanpa harus membayar apapun.

Di era internet seperti sekarang , konsep ini memungkinkan sebuah software dapat di lihat dan dikembangkan oleh banyak bahkan ribuan orang sekaligus pada satu saat yang sama di seluruh penjuru dunia. LINUX adalah salah satu software yang dikembangkan dengan sistem Open Source ini di internet. LINUX adalah free software. Artinya, siapapun dapat memiliki dan menggunakannya tanpa harus membayar harga software. Kita bisa dan legal untuk memodifikasi LINUX secara bebas sesuai dengan kebutuhan. Syaratnya hanya satu yaitu tidak menghilangkan atau tetapi menyertakan pada program yang di modifikasi dan sebagainya tadi, nama sipembuat dan atau penernbit asal dari software tersebut.

Jadi Free pada kata Free software disini bukan berarti cuma gratis (tidak usah membayar), tetapi lebih dekat kepada freedom atau kebebasan dalam memanfaatkan sesuatu. Penggagas Free Software adalah Richard Stallman.

3. LINUX dan Lingkungan Pendidikan

Yang banyak terjadi di lingkungan pendidikan adalah terjebaknya para pendidik dan siswa/mahasiswa kepada suatu produk software yang terlanjur mendominasi pasar, tidak kepada substansi dasar pendidikan itu sendiri. Contoh: Seringkali pengajar komputer memberikan penjelasan tentang sebuah sistem operasi yang tidak populer dengan kata-kata :... software X itu seperti DOS-nya komputer ...". dst. Kurang diperkenalkannya istilah standard seperti Spreadsheet, Wordprocessor, Presentation Software dst, sehingga masyarakat akan lebih mengenal nama produk seperti Excel /Lotus (spreadsheet), MS Word Wordprocessor) dan Power point (Presentation software).

Jebakan yang paling parah adalah ketika civitas dunia pendidikan mulai menggunakan software ilegal dan akhirnya merasa bahwa hal itu adalah hal yang lumrah padahal itu merupakan hal yang sangat memalukan apalagi di lingkungan pendidikan. Seharusnya di lingkungan pendidikan terjadi apresiasi yang cukup baik terhadap karya intelektual, tetapi yang terjadi malah sebaliknya.

Proses copy-mengcopy secara ilegal yang terjadi di kalangan insan pendidikan bukan tidak mungkin karena para dosen/guru mereka sendiri yang justru malah baik dengan sengaja atau tidak mengarahkan mereka (para siswa/mahasiswa) untuk melakukan pembajakan software. Penetapan kurikulum mata kuliah yang menjurus kepada suatu produk komersial misalnya, (apalagi harga dari produk itu tidak terjangkau) ini juga bisa menjadi pemicu terjadinya pembajakan software oleh siswa/mahasiswa dan para pengajar yang juga belum tentu mampu membelinya.

Ditambah lagi mulai tahun 2000, Indonesia masuk kedalam suatu kesepakatan tentang HAKI (Hak Atas Karya Intelektual) atau IPR (Intelectual Propertiary Right). Demikian juga TRIPS yang akan melegalkan pembalasan dari negara yang dilanggar HAKI nya dengan melakukan balasan yang setimpal tetapi bisa pada bidang yang berlainan. Contoh: Misalnya Indonesia melanggar HAKI software tertentu dari Amerika, maka Amerika berhak untuk memboikot atau memberikan bea masuk yang tinggi terhadap eksport tekstil Indonesia. Jadi Karena ulah pembajak software, bisa saja secara tidak langsung para buruh tekstil kita kena PHK karena tekstil tidak bisa diekspor.

LINUX , sebagai free software bisa jadi merupakan alternatif yang cukup baik untuk memecahkan beberapa persoalan di atas. Bahkan di beberapa sisi memiliki nilai tambah yang sangat significant. Dari beberapa sumber menyatakan, LINUX merupakan sistem operasi yang sangat stabil. LINUX dapat diletakkan mulai dari sebuah floppy disk 3.5" hingga harddisk IDE/SCSI yang besar. Mulai dari prosesor kelas 486 hingga yang multiprocessor kelas 64 bit. Bahkan untuk kelas 64 bit, COMPAQ menyatakan LINUX sebagai sistem operasi standard-nya.

Dari sisi harga, jelas akan menghemat anggaran pendidikan dengan cukup significant/mencolok, mahasiswa pun bisa menggunakan software handal dengan legal. Bahkan bagi anggota masyarakat (tidak terbatas pada lingkungan pendidikan) yang memiliki kemampuan ilmu yang memadai, dapat ikut serta dengan masyarakat IT seluruh dunia secara aktif untuk mengembangkan software-software kelas dunia, dan hal ini sudah dibuktikan oleh beberapa orang Indonesia.

Kebanyakan dari kita, selama ini hanya sebagai pengguna/user dari produk tertentu, termasuk platform/sistem operasi. Dengan LINUX yang OPEN SOURCE, maka sangat memungkinkan bagi Indonesia untuk membuat LINUX-INDONESIA. Bukan cuma diberi tambahan nama INDONESIA, tetapi memang benar-benar di buat dan dimiliki secara penuh oleh bangsa Indonesia. Inilah keunggulan dari konsepsi open source. Perlu diketahui bahwa software-software yang menggunakan konsep pengembangan ini sangat banyak, tidak cuma LINUX tetapi ribuan aplikasi yang berjalan dengan platform Linux dari berbagai bidang juga di buat dengan konsep pengembangan opensource. Anda bisa lihat di salah satu site yang ada di Internet seperti : www.linuxlinks.com. , www.linux.com, www.freshmeat.org, dll.

Administrasi & Operasional Pendidikan

Dengan kemampuan yang sangat baik sebagai server dan terminal, maka LINUX beserta aplikasinya juga dapat diandalkan sebagai software untuk proses-proses administrasi pendidikan. Dimulai dari promosi di Internet, pendaftaran OnLine, Pendaftaran di ruang pendaftaran, pengelolaan nilai siswa/mahasiswa, alat bantu praktek di lab komputer, alat bantu riset dan sebagainya. Hampir semua itu bisa dilakukan dengan menggunakan software-software freeware.

Bagaimana mengembangkan LINUX di Dunia Pendidikan Indonesia ?

Cari yang paling efektif adalah dengan menjadikan LINUX sebagai standard platform di berbagai tingkat pendidikan. Mulai dari Sekolah Dasar/TK hingga perguruan tinggi. Setiap institusi dapat menyepakati apa yang disebut dengan OPEN SOURCE CAMPUS AGREEMENT (OSCA). OSCA adalah bagian dari OSA (Open Source Agreement) yang bisa saja di jalankan oleh institusi apapun, baik sosial, pendidikan maupun bisnis dan pemerintahan.

4. OPEN SOURCE CAMPUS AGREEMENT

Ide OSCA mengalir dari I Made Wiryana, yaitu salah satu dosen di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Gunadarma yang sedang mengambil program Doktoral di Universitas Bielefeld German (1999). Agreement ini sebenarnya adalah suatu kesepakatan bebas yang di bangun sendiri oleh Institusi yang bersangkutan untuk menggunakan LINUX sebagai platform. Di German sebagian besar lembaga pendidikan sepakat menggunakan LINUX sebagai platform. Permasalahan yang cukup penting dalam menerapkan OSCA adalah pada penyiapan sumber daya manusianya. Tetapi investasi di SDM akan lebih murah dan berjangka sangat panjang dibandingkan dengan harus selalu membeli software komersial dan membeli lagi setiap kali terjadi perkembangan lebih lanjut dari versi software tersebut.

5. APLIKASI YANG DAPAT DIPERGUNAKAN

5.1. OTOMATISASI PERKANTORAN

Untuk proses otomatisasi perkantoran, Institusi pendidikan dapat menggunakan Star Office dari SUN, software ini termasuk free software dan dapat membaca dengan cukup baik dokumen-dokumen dari Microsoft Office 97/2000 seperti WORD, EXCEL, & POWERPOINT. Untuk word processor dapat juga menggunakan format TeX dengan software LYX, Latex atau KLYX. Format ini lebih stabil dibanding dengan format *.doc, dan file yang dihasilkan jauh lebih kecil karena program yang menjalankannya memiliki sifat seperti browser saja. Dokumen TeX ini mengikuti kaidah object oriented, sehingga mudah untuk diintegrasikan dengan development software yang lain.

5.2 INTERNET CLIENT & SERVER

Software berbasis internet sangat banyak di LINUX. Untuk e-mail client kita bisa memilih dari yang text based sampai yang X-based. Browser yang cukup canggih seperti NETSCAPE, juga tersedia sebagai free software di LINUX.

APACHE adalah WEB Server yang sangat canggih dan banyak dipakai di kalangan provider dan web hosting. Software ini juga tersedia gratis. Bahkan saat ini APACHE adalah software Web server yang dipergunalan lebih dari 60% Intenet server seluruh dunia. APACHE dapat dikolaborasikan dengan banyak aplikasi seperti PHP, ZOPE, Frontpage,dll. Mailserver handal seperti Sendmail merupakan standard di setiap distribusi LINUX.

Dengan menggabungkan antara Sendmail dan Procmail, serta kepemilikan unlimited forwarding email atau bisa juga dengan membuat kesepakatan dengan ISP, maka kita kita bisa membuat unlimited email kepada seluruh personal yang memilik akses di server lokal, hanya dengan satu account email di ISP.

Seluruh software yang disebutkan di atas itu adalah free software.

5.3 DATABASE

mSql atau MySql termasuk database yang ringan tetapi sangat handal. Banyak digunakan di Internet Server sebagai pasangan dari PHP. Kalau Anda ingin membuat aplikasi database yang lebih besar lagi dan free software, di LINUX ada PostgreSQL yang sebanding dengan database populer seperti ORACLE. PosgreSQL dapat menangani data hingga lebih dari 200GB. ( www.postgresql.org ). Kalau ingin bekerja dengan X windows, tersedia Pgaccess yang tampilannya mirip dengan Microsoft Access, tetapi terkoneksi dengan postgreSQL.

Sering kali istilah free software tekesan tidak stabil dan tidak bonafid. Ini suatu kekeliruan besar, Software di atas bahkan banyak digunakan oleh institusi strategis (mis: NASA) dan kalangan bisnis.

5.4 BAHASA PEMROGRAMAN

LINUX kaya akan bahasa pemrograman. Mulai dari tingkat compiler hingga script. Di LINUX terdapat antara lain : BASIC, FORTRAN, PASCAL, C/C++, Qt, Tcl/tk, vTcl/tk, Perl, Python + wxPython, PHP, dst.

Dan masih banyak lagi software-software baik yang freeware maupun yang komersial. yang di-port ke LINUX. Contohnya antara lain: ORACLE, LOTUS NOTE, LOTUS DOMINO, Coreldraw/paint/... , WordPerfect, dll.

6. LAIN - LAIN :

PRIVACY

LINUX dikembangkan dari server, karena itu sangat memperhatikan masalah security. Siapapun yang akan bekerja di LINUX harus login dan memasukkan password. Lalu user tersebut akan berada pada area yang tidak bercampur dengan area user yang lain. Kemampuan ini akan mendidik pengguna dalam menghormati privacy masing-masing user. Pengaturan oleh SysAdmin pun akan lebih baik. Tidak ada istilah bahwa dokumen user yang satu terhapus atau di copy tanpa izin oleh yang lain.

NO VIRUS

Arsitektur yang baik dari UNIX juga terdapat di LINUX. Sehingga hampir tidak pernah terdengan tentang virus di LINUX. Kalau ada seorang membuat virus, maka virus tersebut hanya bisa berada di area-nya sendiri. Kecuali bisa masuk sebagai account root.

Kesimpulan

Dengan uraian singkat di atas, penerapan LINUX dan Open Source & free software di dunia pendidikan akan banyak mendatangkan manfaat. Dengan menggunakan software yang legal, Indonesia akan dapat kembali memperbaiki citra dari pembajak software dunia menjadi produsen software dunia. Semoga.


Available link for download

Read more »

Thursday, October 27, 2016

Landasan dan Tujuan Pendidikan Pancasila

Landasan dan Tujuan Pendidikan Pancasila


Landasan Historis :
Kitab Negarakertagama Karangan Mpu Prapanca yang ditemukan pada Jaman Raja Hayam Wuruk dari Majapahit

Landasan Kultural :
Pancasila tumbuh dari adat istiadat, kebudayaan, keagamaan dan kepustakan bangsa Indonesia yang unsurnya telah ada pula dalam diri bangsa Indonesia sejak dulu. (Kristalisasi dari nilai adat istiadat, kebudayaan, agama dan kepustakaan bangsa Indonesia)
 
Landasan Yuridis :
1.    Pembukaan UUD 45  alinea ke-4
2.    Pasal-pasal UUD 45
3.    Ketetapan MPR
4.    Undang Undang Sitem Pendidikan Nasional
5.    Surat Keputusan Mendiknas
6.    Surat Keputusan Dirjen Dikti Depdikbud/Depdiknas

Landasan Filosofis :
Kristalisasi dari nilai adat istiadat, kebudayaan, agama dan kepustakaan bangsa Indonesia

Pengertian :

Panca  = Lima
Syila   = Batu sendi, Alas atau Dasar
Pancasila  = Lima Dasar

Rumusan Pancasila :
a.   Pembukaan UUD 45 :
  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusian yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang pimpin oleh hikmah kebijaksanan dalam permusyawarata/perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

b.   Mr. Soepomo
  1. Persatuan
  2. Kekeluargaan
  3. Keseimbangan Lahir dan Batin
  4. Musyawarah
  5. Keadilan rakyat

c.   Ir. Soekarno
  1. Kebangsaan- Nationalisme
  2. Peri Kemanusiaan – Internationalisme
  3. Mufakat atau Demokrasi
  4. Kesejahteraan Sosial
  5. Ketuhanan yang berkebudayaan

d.   Mr. Moh Yamin
  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kebangsaan Persatuan Indonesia
  3. Rasa Kemanusiaan yang adil dan beradab
  4. Kerakyatan yang pimpin oleh hikmah kebijaksanan dalam permusyawaratan/perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

e.   Piagam Jakarta
  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
  2. Kebangsaan Persatuan Indonesia
  3. Rasa Kemanusiaan yang adil dan beradab
  4. Kerakyatan yang pimpin oleh hikmah kebijaksanan dalam permusyawarata/perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Melihat beberapa pendapat di atas dan bukti sejareah sebelumnya maka ditentukan bahwa kelahiran Pancasila ditetapkan  pada tanggal 1 Juni 1945

Available link for download

Read more »

Monday, September 19, 2016

LANDASAN PERTIMBANGAN TIK DALAM PENDIDIKAN

LANDASAN PERTIMBANGAN TIK DALAM PENDIDIKAN


BAB I

PENDAHULUAN


Latar Belakang

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001) Dalam Sutopo, Ariesto Hadi , dengan berkembangnya penggunaan TIK ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran, yaitu: (1) dari pelatihan ke penampilan, (2) dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja, (3) dari kertas ke “on line” atau saluran, (4) dari fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, dan (5) dari waktu siklus ke waktu nyata

Pola pemanfaatan TIK di sekolah meliputi beberapa hal, sebagai berikut : akses ke perpustakaan; akses ke pakar; melaksanakan kegiatan pembelajaran secara online; menyediakan layanan informasi akademik suatu satuan pendidikan; menyediakan fasilitas mesin pencari data; menyediakan fasilitas diskusi; menyediakan fasilitas direktori alumni dan sekolah; dan lainnya. Pengembangan pemanfaatan TIK di sekolah bergantung pada beberapa faktor pendukung yang harus dimiliki.

Dalam pandangan kami melihat kondisi sarana prasarana yang baik akan sangat membantu, terlebih bila lokasi berada di wilayah perkotaan. Dukungan pihak sekolah dalam hal kebijakan ditunjang oleh dukungan dari pihak komite sekolah yang peduli terhadap pendidikan serta dukungan pemerintah dalam program peningkatan mutu pendidikan menjadi hal yang penting dalam pengembangan dan pengelolaan TIK di sekolah. Disamping para siswa ternyata juga sangat antusias dalam pembelajaran berbasis TIK yang dilakukan terlebih bila dilakukan oleh tenaga ahli yang menguasai dengan baik. Berbagai metode dan bentuk pembelajaran berbasis TIK yang bervariasi akan memperkaya proses pembelajaran dilakukan di sekolah.

Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam pemanfaatan TIK di sekolah sehingga tidak menghambat pengembangan yang dilakukan. Hal terpenting adalah penguasaan guru terhadap pemanfaatan TIK dalam pembelajaran sehingga dibutuhkan tenaga ahli yang dirasakan masih kurang tersedia di sekolah.

Hal lain yang dirasakan menghambat pemanfaatan TIK di sekolah adalah besarnya investasi yang harus disediakan agar dapat melakukan program pembelajaran. Disamping pola pikir yang masih saja belum berpihak kepada teknologi, baik alasan tidak murah ataupun ketidakmampuan lainnya. 1) Perencanaan yang matang terhadap program pengembangan TIK di sekolah, termasuk aspek perancangan, implementasi dan evaluasi program. 2) Ketersediaan tenaga ahli atau khusus yang menangani sektor TIK sangat mutlak dimiliki, dengan kompentensi atau kualifikasi di bidang teknologi informasi. 3) Adannya jaringan internet dapat digunakan sebagai dasar membangun networking/jejaring antar sejawat maupun sebagai sumber belajar yang tiada batas. Sehingga diharapkan akan timbul inovasi dan meningkatnya kreatifitas unsur yang ada di sekolah. 4) Peningkatan kemampuan guru menjadi hal yang wajib dilakukan mengingat paradigma yang ada sekarang tidak mendukung adanya kemajuan teknologi pada umumnya dan TIK pada khususnya sehingga pendayagunaan fasilitas yang tersedia menjadi tidak maksimal.


   Rumusan Masalah

Rumusan masalah merupakan hal-hal apa saja yang akan dikaji oleh penulis. Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut :

1.     Apa saja landasan  Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk pendidikan?

2.      Bagaimana permasalahan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam pendidikan?


           Tujuan Penulisan

Tujuan dari dilakukannya penulisan makalah ini selain sebagai tugas Mata Kuliah Teknologi Komunikasi dan Informasi juga sebagai berikut :

1.      Untuk mengetahui landasan Teknologi Informasi dan Komunikasi.

2.      Untuk mengetahui bagaimana permasalahan Teknologi Informasi dan  Komunikasi dalam pendidikan.






BAB II

PEMBAHASAN

 

A.   Permasalahan

Dalam pandangan tradisional di masa lalu (dan masih ada pada masa sekarang), proses pembelajaran dipandang sebagai: (1) sesuatu yang sulit dan berat, (2) upaya mengisi kekurangan siswa, (3) satu proses transfer dan penerimaan informasi, (4) proses individual atau soliter, (5) kegiatan yang dilakukan dengan menjabarkan materi pelajaran kepada satuan-satuan kecil dan terisolasi, (6) suatu proses linear. Sejalan dengan perkembangan TIK telah terjadi perubahan pandangan mengenai pembelajaran yaitu pembelajaran sebagai: (1) proses alami, (2) proses sosial, (3) proses aktif dan pasif, (4) proses linear dan atau tidak linear, (5) proses yang berlangsung integratif dan kontekstual, (6) aktivitas yang berbasis pada model kekuatan, kecakapan, minat, dan kulktur siswa, (7) aktivitas yang dinilai berdasarkan pemenuhan tugas, perolehan hasil, dan pemecahan masalah nyata baik individual maupun kelompok.

B.   Pengertian Landasan Pendidikan

Berupa asumsi-asumsi bersifat konseptual dimana asumsi tersebut terbagi menjadi tiga pengertian aksioma (suatu pernyataan yang kebenarannya diterima secara universal), postulat (asumsi yang diterima kelompok orang tertentu atas dasar persetujuan) dan premis tersembunyi (asumsi yang tidak dinyatakan secara tersurat yang diharapkan dipahami atau diterima secara umum) yang menjadi dasar pijakan atau titik tolak  dalam rangka praktek pendidikan atau  studi pendidikan.


C.   Jenis-jenis Landasan Pendidikan

1  Landasan religius pendidikan, yaitu asumsi-asumsi yang bersumber  dari religi atau agama yang menjadi titik tolak  dalam rangka praktek pendidikan dan atau studi pendidikan.

2  Landasan filosofis pendidikan, yaitu  asumsi-asumsi yang bersumber dari filsafat yang menjadi titik tolak dalam rangka praktek pendidikan dan atau studi pendidikan. Pancasila sebagai landasan filosofis pendidikan Indonesia. Nilai pendidikan secara filosofis berakar dalam nilai-nilai yang terkandung didalam pancasila.

3  Landasan ilmiah pendidikan, yaitu asumsi-asumsi yang bersumber dari berbagai cabang atau disiplin ilmu yang menjadi titik tolak  dalam rangka praktek pendidikan dan atau studi pendidikan.  Tergolong ke dalam landasan ilmiah pendidikan antara lain: landasan psikologis pendidikan, landasan sosiologis pendidikan, landasan antropologis pendidikan, landasan historis pendidikan, dsb. Landasan ilmiah pendidikan dikenal pula sebagai landasan empiris pendidikan atau landasan faktual pendidikan.

4  Landasan yuridis atau hukum pendidikan, yaitu asumsi-asumsi yang bersumber dari peraturan perundang-undangan yang berlaku yang menjadi titik tolak dalam rangka praktek pendidikan dan atau studi pendidikan. Yang terdapat dalam UUD 1945 sebagai Landasan Yuriidis Pendidikan Indonesiac. Pasal-Pasal  UUD 1945, Ketetapan MPR, Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Keputusan Presiden, Keputusan Menteri, dan Instruksi Menteri sebagai Landasan Yuridis Pendidikan Indonesia

D.   Fungsi Landasan Pendidikan

1.    Misi utama landasan pendidikan dalam pendidikan tenaga kependidikan tertuju pengembangan wawasan kependidikan,  yaitu berkenaan dengan  berbagai asumsi yang bersifat umum tentang pendidikan yang harus dipilih dan diadopsi oleh tenaga kependidikan sehingga menjadi cara pandang dan bersikap dalam rangka melaksanakan tugasnya.


2.    Asumsi pendidikan yang telah dipilih dan diadopsi oleh seseorang tenaga kependidikan akan berfungsi   memberikan  dasar rujukan konseptual dalam rangka praktek pendidikan dan atau studi pendidikan yang dilaksanakannya. Dengan kata lain, fungsi  landasan pendidikan adalah sebagai dasar pijakan atau titik tolak praktek pendidikan dan atau studi pendidikan.


E.   Pendidikan berdasarkan 

Landasan Filosofis

Berdasarkan tinjauan dari falsafah ilmu, setiap pengetahuan mempunyai 3 (tiga) komponen yang merupakan tiang penyangga tubuh pengetahuan yang didukungnya. Ketiga komponen tersebut adalah kajian filosofi meliputi, Ontologi, epistimologi dan aksiologi. Ontologi merupakan azas yang mengungkapkan ruang lingkup wujud yang menjadi objek penelaahan, serta penafsiran tentang hakekat realitas dari objek tersebut. Epistimologi merupakan azaz mengenai cara bagaimana materi pengetahuan diperoleh dan disusun menjadi suatu tubuh pengetahuan. Sedangkan aksiologi merupakan azas dalam menggunakan pengetahuan yang diperoleh dan disusun dalam tubuh pengetahuan tersebut. (Miarso, 2007: 103)

Pada hakekatnya manusia selalu mencari perubahan dalam setiap sendi kehidupan. Dalam faham sistem pendidikan kita yang menganut faham progresivisme, mengakui dan berusaha mengembangkan azas progresivisme dalam realitas kehidupan, agara amanusia bisa survive menghadapi semua tantangan kehidupan termasuk dengan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan kata lain dalm kontek pendidikan kita selalu dituntut untuk melakukan inovasi, mencari pola-pola yang tepat untuk mempermudah dalam proses belajar mengajar termasuk diantara dengan senantiasa memanfaatkan teknologi untuk kemajuan pendidiakan. Seperti yang dikatakan oleh Brinkmann (1971) bahwa Teknologi merupakan penerapan ilmu, dengan demikian bahwa dalam penerapan teknologi komunikasi dalam pendidikan diharapakan membuka cakrawalan keilmuan yang dilandasi oleh semangat mencari dan berinovasi dengan segala fasilitas yang diberikan. Oleh karena itu paham progresivisme tidak mengakui kemutlakan kehidupan, menolak absolutisme dan otoritarianisme dalam segala bentuknya.

Nilai-nilai yang diambil oleh filsafat ini bersifat dinamis dan selalu mengalami perubahan, sebagaimana yang dikebangkan oleh Immanuel Khan. Progresivisme juga dianggap sebagai the liberal root of culture maksudnya, nilai-nilai yang diambil oleh faham ini fleksibel terhadap perubahan, toleran dan terbuka, dan menuntut pribadi para penganutnya bersifat penjelajah dan meneliti, guna mengembangkan pengalaman mereka. Tampaknya faham progresivisme menuntut keada para penganutnya untuk selalu maju dalam artian bertindak secara konstruktif, inovatif, reformatif, aktif dan dinamis. Begitu juga halnya dengan pendidikan, paham-paham progresivisme selalu diadopsi guna untuk mencari inovasi yang tepat dalam menunjang proses belajar mengajar (PBM). PBM tidak harus selalu dibatasi oleh ruang dan waktu; tatap muka antara murid dengan guru dalam satu ruang, dan buku sebagai bahan utama dalam pembelajaran (sumber belajar), akan tetapi lebih variatif dan terbuka. Belajar bisa dilakukan dimana saja, dengan cara apa saja dan kapan saja agar tujuan pendidikan nasional bisa tercapai.

 Landasan Yuridis

Dari aspek hukum, Indonesia belum memiliki peraturan perundang-undangan yang komprehensif yang mengatur keberadaan TIK serta mengendalikan penggunaan TIK dalam koridor yang bisa dipertanggung jawabkan. Saat ini, RUU Informasi dan Transaksi Elektronik masih dalam tahap pembahasan di Dewan Perwakilan Rakyat yang selanjutnya akan disahkan menjadi Undang-Undang. Selain itu, perlu adanya revisi sejumlah peraturan perundang-undangan yang tidak sesuai dengan kondisi serta perkembangan TIK yang semakin konvergen. Saat ini UU Penyiaran dan UU Telekomunikasi merupakan dua domain yang terpisah sehingga belum mampu menjawab kebutuhan akan perkembangan TIK yang semakin konvergen nantinya.

Berdasarkan UU Nomor 14/2005 tentang Guru dan Dosen telah diputuskan bahwa “Setiap Guru harus dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan penyelenggaraan kegiatan pengembangan yang mendidik”. Namun pada kenyataannya masih banyak guru-guru khususnya yang berada di marjin perkotaan dan pedesaan belum menguasai apalagi memanfaatkan TIK secara utuh di dalam proses belajar mengajar. Sejumlah kendala infrastruktur jaringan listrik dan telekomunikasi merintangi akses guru ke TIK.

 Pendidikan berdasarkan Landasan Teoritis

Dalam menghadapi tantangan kehidupan modern di abad-21 ini kreativitas dan kemandirian sangat diperlukan untuk mampu beradaptasi dengan berbagai tuntutan. Kreativitas sangat diperlukan dalam hidup ini dengan beberapa alasan antara lain : pertama, kreativitas memberikan peluang bagi individu untuk mengaktualisasikan dirinya, kedua, kreativitas memungkinkan orang dapat menemukan berbagai alternatif dalam pemecahan masalah, ketiga, kreativitas dapat memberikan kepuasan hidup, dan keempat, kreativitas memungkinkan manusia meningkatkan kualitas hidupnya.

Dari segi kognitifnya, kreativitas merupakan kemampuan berfikir yang memiliki kelancaran, keluwesan, keaslian, dan perincian. Sedangkan dari segi afektifnya kreativitas ditandai dengan motivasi yang kuat, rasa ingin tahu, tertarik dengan tugas majemuk, berani menghadapi resiko, tidak mudah putus asa, menghargai keindahan, memiliki rasa humor, selalu ingin mencari pengalaman baru, menghargai diri sendiri dan orang lain, dsb. Karya-karya kreatif ditandai dengan orisinalitas, memiliki nilai, dapat ditransformasikan, dan dapat dikondensasikan. Selanjutnya kemandirian sangat diperlukan dalam kehidupan yang penuh tantangan ini sebab kemandirian merupakan kunci utama bagi individu untuk mampu mengarahkan dirinya ke arah tujuan dalam kehidupannya. Kemandirian didukung dengan kualitas pribadi yang ditandai dengan penguasaan kompetensi tertentu, konsistensi terhadap pendiriannya, kreatif dalam berfikir dan bertindak, mampu mengendalikan dirinya, dan memiliki komitmen yang kuat terhadap berbagai hal.

Untuk dapat memanfaatkan TIK dalam memperbaiki mutu pembelajaran, ada tiga hal yang harus diwujudkan yaitu (1) siswa dan guru harus memiliki akses kepada teknologi digital dan internet dalam kelas, sekolah, dan lembaga pendidikan guru, (2) harus tersedia materi yang berkualitas, bermakna, dan dukungan kultural bagi siswa dan guru, dan (3) guru harus memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam menggunakan alat-alat dan sumber-sumber digital untuk membantu siswa agar mencapai standar akademik. Sejalan dengan pesatnya perkembangan TIK, maka telah terjadi pergeseran pandangan tentang pembelajaran baik di kelas maupun di luar kelas.

Hal itu telah mengubah peran guru dan siswa dalam pembelajaran. Peran guru telah berubah dari: (1) sebagai penyampai pengetahuan, sumber utama informasi, akhli materi, dan sumber segala jawaban, menjadi sebagai fasilitator pembelajaran, pelatih, kolaborator, navigator pengetahuan, dan mitra belajar; (2) dari mengendalikan dan mengarahkan semua aspek pembelajaran, menjadi lebih banyak memberikan lebih banyak alternatif dan tanggung jawab kepada setiap siswa dalam proses pembelajaran. Sementara itu peran siswa dalam pembelajaran telah mengalami perubahan yaitu: (1) dari penerima informasi yang pasif menjadi partisipan aktif dalam proses pembelajaran, (2) dari mengungkapkan kembali pengetahuan menjadi menghasilkan dan berbagai pengetahuan, (3) dari pembelajaran sebagai aktiivitas individual (soliter) menjadi pembelajaran berkolaboratif dengan siswa lain.

Dalam bukunya yang berjudul “Reinventing Education”, Louis V. Gerstmer, Jr. dkk (1995), menyatakan bahwa di masa-masa mendatang peran-peran guru mengalami perluasan yaitu guru sebagai: pelatih (coaches), konselor, manajer pembelajaran, partisipan, pemimpin, pembelajar, dan pengarang.

1.     Sebagai pelatih (coaches), guru harus memberikan peluang yang sebesar-besarnya bagi siswa untuk mengembangkan cara-cara pembelajarannya sendiri sesuai dengan kondisi masing-masing. Guru hanya memberikan prinsip-prinsip dasarnya saja dan tidak memberikan satu cara yang mutlak. Hal ini merupakan analogi dalam bidang olah raga, di mana pelatih hanya memberikan petunjuk dasar-dasar permainan, sementara dalam permainan itu sendiri para pemain akan mengembangkan kiat-kiatnya sesuai dengan kemampuan dan kondisi yang ada.

2.     Sebagai konselor, guru harus mampu menciptakan satu situasi interaksi belajar-mengajar, di mana siswa melakukan perilaku pembelajaran dalam suasana psikologis yang kondusif dan tidak ada jarak yang kaku dengan guru. Disamping itu, guru diharapkan mampu memahami kondisi setiap siswa dan membantunya ke arah perkembangan optimal.

3.     Sebagai manajer pembelajaran, guru memiliki kemandirian dan otonomi yang seluas-luasnya dalam mengelola keseluruhan kegiatan belajar-mengajar dengan mendinamiskan seluruh sumber-sumber penunjang pembelajaran.

4.     Sebagai partisipan, guru tidak hanya berperilaku mengajar akan tetapi juga berperilaku belajar dari interaksinya dengan siswa. Hal ini mengandung makna bahwa guru bukanlah satu-satunya sumber belajar bagi anak, akan tetapi ia sebagai fasilitator pembelajaran siswa.

Available link for download

Read more »