Showing posts with label chapter. Show all posts
Showing posts with label chapter. Show all posts

Thursday, December 15, 2016

Komik Naruto Chapter 671 Bahasa Indonesia

Komik Naruto Chapter 671 Bahasa Indonesia


Photo: <==== Komik Naruto Chapter 671 Bahasa Indonesia ====> Judul: Naruto dan Rikudo Sennin Naruto masih terdiam, terus mendengarkan perkataan kakek tua itu, Rikudo Sennin. "Aku bisa melihatnya dengan jelas.. chakra Ashura yang mengalir di dalam dirimu. Dan melihat ekspresimu yang tidak begitu terkejut itu, aku rasa entah bagaimana kau juga sudah merasa kalau ada Ashura di dalam dirimu.." Dalam hati Naruto memang sudah merasakannya. "Begitu ya.. dan kalau begitu, kau juga pasti sudah tahu siapa reinkarnasi Indra.." ucap Rikudo Sennin. Dan benar saja, Naruto sudah tahu. Naruto lantas menjawabnya, reinkarnasi dari Indra.. "Sasuke.." Naruto sudah lama merasakannya. Flashback, dulu di saat pertemuan, tak lama setelah ia kembali dari pertemuan lima kage, Naruto dan teman-teman seangkatannya sempat berkumpul di balok-balok kayu pembangunan Konoha. "Selama pertemuan lima kage, setelah Sasuke kehabisan tenaga setelah melawan para kage, kenapa kau tak langsung mengalahkannya?" "Madara juga ada di sana!! Itu tak semudah yang kalian pikirkan, dan juga.." Sakura membela Naruto. "Juga tak seharusnya kau membiarkannya lolos begitu saja, kan?" ucap Kiba. "Naruto, kau itu kuat.. kaulah yang sudah mengalahkan Pain!! Seseorang seperti Sasuke harusnya.." "Itu tidak benar.." ucap Naruto. "Aku tak bisa mengalahkan Sasuke hanya dengan itu.. aku tahu itu.." "Di dalam dirinya juga.." Flashback berakhir. Naruto bertanya untuk sekedar memastikan, "Benar, kan?" "Ya, jadi kau sudah menyadarinya ya.." ucap Rikudo Sennin. "Lalu bahkan sebelum Sasuke dan aku ada, bagaimana kau bisa menyebutnya sebagai arwah yang terus bereinkarnasi? apa yang terjadi dengan mereka?" "Pada generasi sebelumnya, mereka bereinkarnasi menjadi Hashirama Senju dan Madara Uchiha.." jelas Rikudo Sennin. "Hahsirama adalah Ashura, dan Madara adalah reinkarnasi Indra.. aku yakin kau pasti sudah tahu apa yang terjadi dengan mereka.." "Akan tetapi, Madara melakukan sesuatu sebelum perpindahan jiwa itu berakhir.." "Dia terlalu terobsesi dengan kekuatan dan mengambil sel Hashirama, menggabungkannya dengan selnya sendiri.." "Dengan kata lain, dia mencampur chakra Indra dengan bagian dari chakra Ashura.. yang kemudian menghasilkan chakraku. Itulah bagaimana cara ia membangkitkan Rinnegan.." "Aku berpikir kalau suatu hari nanti, salah satu rinkarnasi Indra atau Ashura pasti akan melakukannya, jadi aku meninggalkan monumen batu jadi orang bisa mengingatnya.. namun, sepertinya itu tidak berhasil.." Naruto lalu bertanya kembali, "Jadi pada dasarnya.. kau terus mengawasi pertarungan anak-anakmu sampai saat ini?" "Pada dasarnya.. iya.." jawab Rikudo Sennin. "Jadi begitu.." ucap Naruto pelan. "Dalam ninshuu, aku menjelaskan bahwa chakra mampu menghubungkan orang-orang.. dan aku percaya kalau itu bukanlah sesuatu yang digunakan untuk meningkatkan kekuatan seseorang saja.." "Ibuku, Kaguya, mengendalikan dunia dengan kekuatannya sendiri.. namun, kekuatannya itu mulai menjadikannya serakah, dan orang-orang mulai takut padanya.." "Ibuku yang semula disebut sebagai dewa secara perlahan mulai dianggap sebagai iblis.." "Jika seseorang memiliki kekuatan yang terlalu besar, mereka akan mulai terobsesi dengan itu dan kehilangan kendali.." "Itulah yang terjadi pada Madara saat ini, sama persis seperti ibuku, Kaguya.." "Sekarang perpindahan jiwa Indra dalam dirinya telah berakhir, saat ini dia menggunakan kekuatan Bijuu dan berusaha untuk mendekati kekuatanku dan ibuku.." "Mugen Tsukuyomi bukanlah genjutsu biasa.." "Sambil menunjukkan mimpi pada manusia, dia juga akan menggunakan kekuatannya, sambil menjaga supaya mereka tetap hidup.." "Semua orang akan menjadi bagian dari akar pohon suci, menjadikan mereka semua budak genjutsu.." "Ibuku, selain Byakugan ia juga memiliki kekuatan Sharingan.." "Itu merupakan kekuatan mata yang mengerikan dan dia juga menggunakannya pada manusia.." "Saat chakranya menjadi satu, buah chakra baru akan tercipta.." "Kalau kita tidak menghentikannya, itu akan menjadi akhir bagi dunia.." "Aku ingin kau menghentikan Madara.. tak seperti reinkarnasi sebelumnya, kau sedikit bodoh dan esentrik, kurasa ini bisa menciptakan perubahan.." ucap Rikudo Sennin. Naruto tersenyum. "Bahkan setelah dunia yang terus kau awasi ini menjadi kacau seperti ini, kau tetap percaya pada kami.. terimakasih.." ucapnya. "Jangan berterimakasih padaku.." ucap Rikudo Sennin. "Aku tak berhak untuk itu. Dunia saat ini berjalan sesuai cara Indra.. bukan, cara ibuku. Kalau itu memang aliran yang alami, maka itu berarti aku egois jika ingin menghentikannya untuk alasan pribadi.." "Dengan melihat bagaimana cara Bijuu digunakan.. jelas sekali kalau mereka digunakan sebagai senjata, bukan untuk menjaga keseimbangan dunia.." "Mungkin aku terlalu naif.." "Tidak, kau tidak salah.." ucap Naruto. "Kau benar, pak tua.." ucap Shukaku yang tiba-tiba saja muncul. "Ah!! Shukakunya Gaara!?" ucap Naruto kaget. "Kenapa kau ada dalam diriku??" "Obito berhasil mengambil bagian chakra kami dari tubuh Madara.." jelas Shukaku. "Orang itu.. dia tahu kalau kau telah kehilangan kekuatan Bijuumu.." "Obito melakukannya!?" "Banyak hal yang telah terjadi, aku juga sudah berada di dalam dirimu.. Sekarang seluruh Bijuu sudah ada dalam tubuhmu, Naruto!!" ucap Kurama hitam yang juga ada di sana. "Ah!! bahkan Kurama yang setengahnya juga??" "Waktu dari janji itu akhirnya datang juga, pak tua.." ucap Kurama ke Rikudo Sennin. "Benar sekali, Kurama.. seperti yang diramalkan oleh Gamamaru.." ucap Rikudo Sennin. "Bocah bermata biru yang akan memanggil nama kesembilan Bijuu dan bermain dengan mereka.." "Kau punya sesuatu yang bisa menarik orang-orang, kau tahu.." ucap Rikudo ke Naruto. "Aku bisa mengerti kenapa kau bisa memanggil jiwaku, dan kenapa Ashura memilih untuk bereinkarnasi ke dalam dirimu.." "Shukaku, Matatabi, Isobu, Son Goku, Kokuou, Saiken, Choumei, Gyuuki, Kurama.." "Sudah tiba waktunya bagi anak dalam ramalan untuk mengubah dunia.." Sama seperti dulu ketika para Bijuu mengitari tubuh Rikudo Sennin, kali ini para Bijuu juga telah berkumpul, membentuk lingkaran dan mengitari tubuh Naruto. Bedanya dengan yang dulu, kali ini para Bijuu telah tumbuh dewasa. "Naruto, apa yang ingin kau lakukan sekarang? aku ingin jawaban yang jujur darimu.. bagaimana kau ingin mengakhiri perang ini?" tanya Rikudo Sennin. Untuk sesaat Naruto sempat terdiam, kemudian ia menjawab, "Mungkin aku memang mirip dengan Ashura, yang membedakan hanyalah aku ini anak bodoh dan ada banyak hal yang tidak aku mengerti.. tapi, aku tahu teman itu apa.. dan aku ingin melindungi mereka semua.." "Itukah jawabanmu?" Secara mengejutkan, ternyata Rikudo Sennin tak hanya berada di alam bawah sadar Naruto, melainkan di alam bawah sadar Sasuke juga. Sama seperti Naruto, Rikudo juga memberi penjelasan pada Sasuke, serta menanyakan pertanyaan yang sama. "Ya.." jawab Sasuke. "Di masa lalu, aku menyerahkan semuanya pada Ashura dan tidak terlalu memperhatikan Indra.. itulah penyebab dari semua masalah ini.." "Ulurkan tangan dominanmu, aku akan memberikan kekuatanku padamu, reinkarnasi Indra.." ucap Rikudo ke Sasuke. "Ini adalah keputusanku, mulai saat ini, Naruto dan Sasuke.. kalian berdualah yang akan memutuskan apa yang akan kalian lakukan.." "Sasuke dan aku bukan saudara kandung, tapi kurasa kami akan bisa menciptakan kedamaian.. kami ini sahabat sejati, kau tahu.." ucap Naruto. Mereka berdua lalu mengulurkan tangan dominannya ke Rikudo Sennin. Naruto dengan tangan kanannya, sementara Sasuke mengulurkan tangan kirinya. Seketika itu juga, kekuatan Rikudo mengalir pada mereka. Naruto Chapter 671 selesai sampai di sana. Tapi tunggu, masih belum. Masih ada satu halaman lagi sebelum semuanya benar-benar berakhir. Beralih dari dunia di alam bawah sadar itu, tampak di luar Madara masih berhadapan dengan Gai.. Melihat Gai yang masih bisa bertahan bahkan setelah menggunakan teknik Sekizou itu, Madara merasa senang. "Sekizou.. masih belum cukup? baguslah.." ucapnya. "Haah.. haah.." tampak tenaga Gai benar-benar terkuras. "Coba lagi.. aku harus menggunakan.. Night Moth.." ucapnya dalam hati. Yah, sepertinya ini akan menjadi teknik terakhir Gai. Perlu diketahui, teknik Gai berurutan sesuai waktu.. Pertama, Asa Kujaku > Merak Pagi Kedua, Hirudora > Harimau Siang Ketiga, Sekizou > Gajah Petang Keempat, Night Moth > Kupu-kupu malam Naruto 671 END, tunggu aja kelanjutannya di KNFI untuk One Piece ada juga di https://www.facebook.com/pages/Komik-One-Piece-Fans-Indonesia/416169735157047 L7


Judul: Naruto dan Rikudo Sennin

Naruto masih terdiam, terus mendengarkan perkataan kakek tua itu, Rikudo Sennin. "Aku bisa melihatnya dengan jelas.. chakra Ashura yang mengalir di dalam dirimu. Dan melihat ekspresimu yang tidak begitu terkejut itu, aku rasa entah bagaimana kau juga sudah merasa kalau ada Ashura di dalam dirimu.."

Dalam hati Naruto memang sudah merasakannya.

"Begitu ya.. dan kalau begitu, kau juga pasti sudah tahu siapa reinkarnasi Indra.." ucap Rikudo Sennin. Dan benar saja, Naruto sudah tahu. Naruto lantas menjawabnya, reinkarnasi dari Indra..

"Sasuke.."

Naruto sudah lama merasakannya. Flashback, dulu di saat pertemuan, tak lama setelah ia kembali dari pertemuan lima kage, Naruto dan teman-teman seangkatannya sempat berkumpul di balok-balok kayu pembangunan Konoha.

"Selama pertemuan lima kage, setelah Sasuke kehabisan tenaga setelah melawan para kage, kenapa kau tak langsung mengalahkannya?"

"Madara juga ada di sana!! Itu tak semudah yang kalian pikirkan, dan juga.." Sakura membela Naruto.

"Juga tak seharusnya kau membiarkannya lolos begitu saja, kan?" ucap Kiba. "Naruto, kau itu kuat.. kaulah yang sudah mengalahkan Pain!! Seseorang seperti Sasuke harusnya.."

"Itu tidak benar.." ucap Naruto.
"Aku tak bisa mengalahkan Sasuke hanya dengan itu.. aku tahu itu.."

"Di dalam dirinya juga.."

Flashback berakhir. Naruto bertanya untuk sekedar memastikan, "Benar, kan?"

"Ya, jadi kau sudah menyadarinya ya.." ucap Rikudo Sennin.

"Lalu bahkan sebelum Sasuke dan aku ada, bagaimana kau bisa menyebutnya sebagai arwah yang terus bereinkarnasi? apa yang terjadi dengan mereka?"

"Pada generasi sebelumnya, mereka bereinkarnasi menjadi Hashirama Senju dan Madara Uchiha.." jelas Rikudo Sennin. "Hahsirama adalah Ashura, dan Madara adalah reinkarnasi Indra.. aku yakin kau pasti sudah tahu apa yang terjadi dengan mereka.."

"Akan tetapi, Madara melakukan sesuatu sebelum perpindahan jiwa itu berakhir.."

"Dia terlalu terobsesi dengan kekuatan dan mengambil sel Hashirama, menggabungkannya dengan selnya sendiri.."

"Dengan kata lain, dia mencampur chakra Indra dengan bagian dari chakra Ashura.. yang kemudian menghasilkan chakraku. Itulah bagaimana cara ia membangkitkan Rinnegan.."

"Aku berpikir kalau suatu hari nanti, salah satu rinkarnasi Indra atau Ashura pasti akan melakukannya, jadi aku meninggalkan monumen batu jadi orang bisa mengingatnya.. namun, sepertinya itu tidak berhasil.."

Naruto lalu bertanya kembali, "Jadi pada dasarnya.. kau terus mengawasi pertarungan anak-anakmu sampai saat ini?"

"Pada dasarnya.. iya.." jawab Rikudo Sennin.

"Jadi begitu.." ucap Naruto pelan.

"Dalam ninshuu, aku menjelaskan bahwa chakra mampu menghubungkan orang-orang.. dan aku percaya kalau itu bukanlah sesuatu yang digunakan untuk meningkatkan kekuatan seseorang saja.."

"Ibuku, Kaguya, mengendalikan dunia dengan kekuatannya sendiri.. namun, kekuatannya itu mulai menjadikannya serakah, dan orang-orang mulai takut padanya.."

"Ibuku yang semula disebut sebagai dewa secara perlahan mulai dianggap sebagai iblis.."

"Jika seseorang memiliki kekuatan yang terlalu besar, mereka akan mulai terobsesi dengan itu dan kehilangan kendali.."

"Itulah yang terjadi pada Madara saat ini, sama persis seperti ibuku, Kaguya.."

"Sekarang perpindahan jiwa Indra dalam dirinya telah berakhir, saat ini dia menggunakan kekuatan Bijuu dan berusaha untuk mendekati kekuatanku dan ibuku.."

"Mugen Tsukuyomi bukanlah genjutsu biasa.."

"Sambil menunjukkan mimpi pada manusia, dia juga akan menggunakan kekuatannya, sambil menjaga supaya mereka tetap hidup.."

"Semua orang akan menjadi bagian dari akar pohon suci, menjadikan mereka semua budak genjutsu.."

"Ibuku, selain Byakugan ia juga memiliki kekuatan Sharingan.."

"Itu merupakan kekuatan mata yang mengerikan dan dia juga menggunakannya pada manusia.."

"Saat chakranya menjadi satu, buah chakra baru akan tercipta.."

"Kalau kita tidak menghentikannya, itu akan menjadi akhir bagi dunia.."

"Aku ingin kau menghentikan Madara.. tak seperti reinkarnasi sebelumnya, kau sedikit bodoh dan esentrik, kurasa ini bisa menciptakan perubahan.." ucap Rikudo Sennin.

Naruto tersenyum. "Bahkan setelah dunia yang terus kau awasi ini menjadi kacau seperti ini, kau tetap percaya pada kami.. terimakasih.." ucapnya.

"Jangan berterimakasih padaku.." ucap Rikudo Sennin. "Aku tak berhak untuk itu. Dunia saat ini berjalan sesuai cara Indra.. bukan, cara ibuku. Kalau itu memang aliran yang alami, maka itu berarti aku egois jika ingin menghentikannya untuk alasan pribadi.."

"Dengan melihat bagaimana cara Bijuu digunakan.. jelas sekali kalau mereka digunakan sebagai senjata, bukan untuk menjaga keseimbangan dunia.."

"Mungkin aku terlalu naif.."

"Tidak, kau tidak salah.." ucap Naruto.

"Kau benar, pak tua.." ucap Shukaku yang tiba-tiba saja muncul.

"Ah!! Shukakunya Gaara!?" ucap Naruto kaget.
"Kenapa kau ada dalam diriku??"

"Obito berhasil mengambil bagian chakra kami dari tubuh Madara.." jelas Shukaku. "Orang itu.. dia tahu kalau kau telah kehilangan kekuatan Bijuumu.."

"Obito melakukannya!?"

"Banyak hal yang telah terjadi, aku juga sudah berada di dalam dirimu.. Sekarang seluruh Bijuu sudah ada dalam tubuhmu, Naruto!!" ucap Kurama hitam yang juga ada di sana.

"Ah!! bahkan Kurama yang setengahnya juga??"

"Waktu dari janji itu akhirnya datang juga, pak tua.." ucap Kurama ke Rikudo Sennin.
"Benar sekali, Kurama.. seperti yang diramalkan oleh Gamamaru.." ucap Rikudo Sennin.

"Bocah bermata biru yang akan memanggil nama kesembilan Bijuu dan bermain dengan mereka.."

"Kau punya sesuatu yang bisa menarik orang-orang, kau tahu.." ucap Rikudo ke Naruto. "Aku bisa mengerti kenapa kau bisa memanggil jiwaku, dan kenapa Ashura memilih untuk bereinkarnasi ke dalam dirimu.."

"Shukaku, Matatabi, Isobu, Son Goku, Kokuou, Saiken, Choumei, Gyuuki, Kurama.."

"Sudah tiba waktunya bagi anak dalam ramalan untuk mengubah dunia.."

Sama seperti dulu ketika para Bijuu mengitari tubuh Rikudo Sennin, kali ini para Bijuu juga telah berkumpul, membentuk lingkaran dan mengitari tubuh Naruto. Bedanya dengan yang dulu, kali ini para Bijuu telah tumbuh dewasa.

"Naruto, apa yang ingin kau lakukan sekarang? aku ingin jawaban yang jujur darimu.. bagaimana kau ingin mengakhiri perang ini?" tanya Rikudo Sennin.

Untuk sesaat Naruto sempat terdiam, kemudian ia menjawab, "Mungkin aku memang mirip dengan Ashura, yang membedakan hanyalah aku ini anak bodoh dan ada banyak hal yang tidak aku mengerti.. tapi, aku tahu teman itu apa.. dan aku ingin melindungi mereka semua.."

"Itukah jawabanmu?"

Secara mengejutkan, ternyata Rikudo Sennin tak hanya berada di alam bawah sadar Naruto, melainkan di alam bawah sadar Sasuke juga. Sama seperti Naruto, Rikudo juga memberi penjelasan pada Sasuke, serta menanyakan pertanyaan yang sama.

"Ya.." jawab Sasuke.

"Di masa lalu, aku menyerahkan semuanya pada Ashura dan tidak terlalu memperhatikan Indra.. itulah penyebab dari semua masalah ini.."

"Ulurkan tangan dominanmu, aku akan memberikan kekuatanku padamu, reinkarnasi Indra.." ucap Rikudo ke Sasuke.

"Ini adalah keputusanku, mulai saat ini, Naruto dan Sasuke.. kalian berdualah yang akan memutuskan apa yang akan kalian lakukan.."

"Sasuke dan aku bukan saudara kandung, tapi kurasa kami akan bisa menciptakan kedamaian.. kami ini sahabat sejati, kau tahu.." ucap Naruto.

Mereka berdua lalu mengulurkan tangan dominannya ke Rikudo Sennin. Naruto dengan tangan kanannya, sementara Sasuke mengulurkan tangan kirinya. Seketika itu juga, kekuatan Rikudo mengalir pada mereka.

Naruto Chapter 671 selesai sampai di sana. Tapi tunggu, masih belum. Masih ada satu halaman lagi sebelum semuanya benar-benar berakhir. Beralih dari dunia di alam bawah sadar itu, tampak di luar Madara masih berhadapan dengan Gai..

Melihat Gai yang masih bisa bertahan bahkan setelah menggunakan teknik Sekizou itu, Madara merasa senang. "Sekizou.. masih belum cukup? baguslah.." ucapnya.

"Haah.. haah.." tampak tenaga Gai benar-benar terkuras. "Coba lagi.. aku harus menggunakan.. Night Moth.." ucapnya dalam hati.

Yah, sepertinya ini akan menjadi teknik terakhir Gai.

Perlu diketahui, teknik Gai berurutan sesuai waktu..

Available link for download

Read more »

Wednesday, November 9, 2016

Komik Naruto Chapter 672 Bahasa Indonesia

Komik Naruto Chapter 672 Bahasa Indonesia


Judul: Yagai

Photo: <==== Komik Naruto Chapter 672 Bahasa Indonesia ====? Judul: Yagai Tak lama lagi, Gai akan melesatkan jurus maha dahsyat itu, Nigh Gai, alias Yagai. Gai bersiap, memasang ancang-ancang, dengan aura yang semakin besar dan terus membesar. Namun di sisi lain, denyut jantungnya semakin melemah.. "Dilihat dari titik detak jantungmu, sepertinya ini akan menjadi seranganmu yang terakhir.." ucap Madara. Dalam kondisi yang sebenarnya lumayan berantakan, Madara tetap tak takut menghadapi serangan itu. "Seki!!" Ancang-ancang Gai memasuki tahap selanjutnya. Sementara itu di sisi kedua pahlawan kita, Sasuke dan Naruto, mereka berdua telah bangkit kembali. "Sasuke!?" ucap kaget Karin. "Naruto.." ucap kaget Sakura. Dari tempatnya masing-masing, Sasuke dan Naruto bersiap, "Ayo.." ucap mereka kompak. Versi Teks oleh : www.VersiTeks.com "Pose itu.. bukan Sekizou!!" ucap kaget Lee. Awalnya dia berpikir kalau gurunya akan menggunakan teknik yang sama dengan yang ia gunakan sebelumnya, namun ternyata bukan. "Jadi maksudmu.. dia punya jurus lain yang bahkan lebih kuat dari itu!?" ucap Minato. "Gai.." Kakashi melihat ke arah Gai, kemudian teringat dengan pertemuan mereka dulu. Saat itu, Kakashi kecil bersama dengan ayahnya pergi ke akademi. Itu adalah hari pertama Kakashi masuk akademi. Di depan gedung, mereka berpapasan dengan Gai dan ayahnya. "Ah.. senang bertemu denganmu.." ucap ayah Kakashi, Sakumo. "Putraku akan masuk Akademi hari ini.. kuharap putra kita bisa saling akrab.." lanjutnya. "Tidak, itu mustahil.." ucap ayah gai. "Tidak akan bisa, ayah.. dia tidak lulus ujian masuk akademi.." ucap Kakashi. "Eh?" ayah Kakashi tak menyangka. "Ah, maaf ya, karena kalian berada di depan gedung akademi, aku pikir.." "Gahaha, benar juga!!" ucap ayah Gai sambil tertawa. "Memangnya itu lucu?" ucap Kakashi ketus. "Kakashi, jangan kasar begitu.." ucap ayahnya. "Ayah juga sudah mengatakan sesuatu yang tidak sopan tadi.." Kakashi bicara lagi, "Dia mencoba untuk masuk sekolah akademi padahal tak bisa menggunakan ninjutsu.. jadi tak salah kan kalau.." "Oh, kita sudah hampir terlambat, ayo ayah.." Kakashi tak mau terlambat di hari pertamanya. "Ah, iya.." ucap Sakumo. "Kalau begitu, sampai jumpa ya.." merekapun pamit pergi. Sementara itu, kembali ke sisi gai, mendengar kata-kata Kakashi tadi dia malah tersenyum. Gai lalu melihat ke arah kakashi yang sudah mulai jauh dan memanggilnya, "Namamu Hatake Kakashi, benar?" Kakashi berhenti dan menoleh ke belakang, lalu dengan senyum khas dan acungan jempolnya Gai berkata, "Terimakasih atas dukungannya!!" "Eeh??" kakashi kaget. "Kakashi, jangan sampai kau lengah hanya karena kau sudah masuk di akademi.." bisik ayahnya. "Kalau seperti ini, bisa-bisa bocah itu akan jadi lebih hebat darimu.." "Mereka masih belum mengumumkan lulusan gelombang kedua, akademi itu tidaklah bodoh.." Sakumo yakin pada akhirnya nanti Gai akan lulus masuk akademi. "Kau harus mengingat namanya, dia akan menjadi saingan bagus untukmu.." Flashback berakhir, dan benar saja saat ini bisa dibilang Gai sedang berada dalam situasi dimana ia lebih kuat dari Kakashi. "Sama seperti yang ayah katakan.." ucap Kakashi dalam hati. "Chakra ini!! Hebat!! Aku mengakuimu!!" ucap Madara. Melihat chakra sebesar itu ia malah semakin bergairah. "Sepanjang sejarah penggunaan Taijutsu, aku belum pernah bertarung melawan orang yang lebih bagus darimu!!" Akhirnya, Gai pun melesatkan serangan itu. "Ryuu!!!" bak naga Gai melesat cepat ke arah Madara. "Cepat.." ucap Madara, dan kemudian ia kaget, "Apa!? dia mendistorsi ruang!?" Ruang dan waktu seolah terkoyak oleh dahsyatnya kekuatan yang Gai lesatkan. "Yagai!!!!" Dengan tubuh yang hitam lebam terbakar aura super kuat Gai melesatkan tendangan yang sukses mengenai rusuk kiri tempat jantung Madara berada, meremukannya, membuatnya memuntahkan darah. Saking kerasnya, kaki yang Gai gunakan untuk menendang pun ikut remuk. Hembusan kekuatan terjadi, membuat Lee dan lainnya terhempas beberapa kaki ke belakang. "Ini adalah teknik terakhir Gai, bagaimana hasilnya!?" Kakashi bertanya-tanya. Madara terlempar, terhempas hingga menabrak pohon besar itu. Sementara Gai, ia telah tergeletak dengan tubuh yang gosong. Kemudian setelah kekacauan itu berakhir.. Tampak Madara yang ternyata masih mampu bertahan, meski tubuh bagian kirinya sudah benar-benar kacau.. "Hahaha.. kau hampir saja membunuhku, sialan.." Madara bahkan masih bisa tertawa. "Tadi itu situasi yang genting, tapi aku menikmatinya.. sebagai ucapan terimakasih, sebelum kau menjadi debu, aku akan membunuhmu!!!" Madara kemudian menembakkan bola hitam ke arah Gai. Akan tetapi.. Seseorang tiba-tiba saja muncul dan menendang bola hitam tersebut. "Dia menendang Gudoudama?" pikir kaget Madara. Dan ternyata, yang muncul adalah Naruto.. "Naruto!?" Madara kaget. "Tidak, kau berbeda dengan yang sebelumnya.." ucap Madara. Dalam hati ia kesal, "Sialan kau, Obito.." Naruto telah kembali. "Yah, aku juga terkejut.." ucapnya. "Sekarang aku merasa aku bisa mengubah segalanya!!" Bersambung ke : Naruto Chapter 673 Ada juga loh Komik One Piece, kalian bisa gabung ke https://www.facebook.com/KOPFIClub -KNFI-






Tak lama lagi, Gai akan melesatkan jurus maha dahsyat itu, Nigh Gai, alias Yagai. Gai bersiap, memasang ancang-ancang, dengan aura yang semakin besar dan terus membesar. Namun di sisi lain, denyut jantungnya semakin melemah..

"Dilihat dari titik detak jantungmu, sepertinya ini akan menjadi seranganmu yang terakhir.." ucap Madara. Dalam kondisi yang sebenarnya lumayan berantakan, Madara tetap tak takut menghadapi serangan itu.

"Seki!!" Ancang-ancang Gai memasuki tahap selanjutnya.

Sementara itu di sisi kedua pahlawan kita, Sasuke dan Naruto, mereka berdua telah bangkit kembali. "Sasuke!?" ucap kaget Karin. "Naruto.." ucap kaget Sakura. Dari tempatnya masing-masing, Sasuke dan Naruto bersiap, "Ayo.." ucap mereka kompak.

Versi Teks oleh : www.VersiTeks.com

"Pose itu.. bukan Sekizou!!" ucap kaget Lee. Awalnya dia berpikir kalau gurunya akan menggunakan teknik yang sama dengan yang ia gunakan sebelumnya, namun ternyata bukan. "Jadi maksudmu.. dia punya jurus lain yang bahkan lebih kuat dari itu!?" ucap Minato.

"Gai.." Kakashi melihat ke arah Gai, kemudian teringat dengan pertemuan mereka dulu.

Saat itu, Kakashi kecil bersama dengan ayahnya pergi ke akademi. Itu adalah hari pertama Kakashi masuk akademi. Di depan gedung, mereka berpapasan dengan Gai dan ayahnya.

"Ah.. senang bertemu denganmu.." ucap ayah Kakashi, Sakumo. "Putraku akan masuk Akademi hari ini.. kuharap putra kita bisa saling akrab.." lanjutnya.

"Tidak, itu mustahil.." ucap ayah gai.

"Tidak akan bisa, ayah.. dia tidak lulus ujian masuk akademi.." ucap Kakashi.

"Eh?" ayah Kakashi tak menyangka. "Ah, maaf ya, karena kalian berada di depan gedung akademi, aku pikir.."

"Gahaha, benar juga!!" ucap ayah Gai sambil tertawa.

"Memangnya itu lucu?" ucap Kakashi ketus.
"Kakashi, jangan kasar begitu.." ucap ayahnya.
"Ayah juga sudah mengatakan sesuatu yang tidak sopan tadi.."

Kakashi bicara lagi, "Dia mencoba untuk masuk sekolah akademi padahal tak bisa menggunakan ninjutsu.. jadi tak salah kan kalau.."

"Oh, kita sudah hampir terlambat, ayo ayah.." Kakashi tak mau terlambat di hari pertamanya.
"Ah, iya.." ucap Sakumo. "Kalau begitu, sampai jumpa ya.." merekapun pamit pergi.

Sementara itu, kembali ke sisi gai, mendengar kata-kata Kakashi tadi dia malah tersenyum. Gai lalu melihat ke arah kakashi yang sudah mulai jauh dan memanggilnya, "Namamu Hatake Kakashi, benar?"

Kakashi berhenti dan menoleh ke belakang, lalu dengan senyum khas dan acungan jempolnya Gai berkata, "Terimakasih atas dukungannya!!"

"Eeh??" kakashi kaget.

"Kakashi, jangan sampai kau lengah hanya karena kau sudah masuk di akademi.." bisik ayahnya. "Kalau seperti ini, bisa-bisa bocah itu akan jadi lebih hebat darimu.."

"Mereka masih belum mengumumkan lulusan gelombang kedua, akademi itu tidaklah bodoh.." Sakumo yakin pada akhirnya nanti Gai akan lulus masuk akademi. "Kau harus mengingat namanya, dia akan menjadi saingan bagus untukmu.."

Flashback berakhir, dan benar saja saat ini bisa dibilang Gai sedang berada dalam situasi dimana ia lebih kuat dari Kakashi. "Sama seperti yang ayah katakan.." ucap Kakashi dalam hati.

"Chakra ini!! Hebat!! Aku mengakuimu!!" ucap Madara. Melihat chakra sebesar itu ia malah semakin bergairah. "Sepanjang sejarah penggunaan Taijutsu, aku belum pernah bertarung melawan orang yang lebih bagus darimu!!"

Akhirnya, Gai pun melesatkan serangan itu. "Ryuu!!!" bak naga Gai melesat cepat ke arah Madara. "Cepat.." ucap Madara, dan kemudian ia kaget, "Apa!? dia mendistorsi ruang!?"

Ruang dan waktu seolah terkoyak oleh dahsyatnya kekuatan yang Gai lesatkan. "Yagai!!!!" Dengan tubuh yang hitam lebam terbakar aura super kuat Gai melesatkan tendangan yang sukses mengenai rusuk kiri tempat jantung Madara berada, meremukannya, membuatnya memuntahkan darah. Saking kerasnya, kaki yang Gai gunakan untuk menendang pun ikut remuk.

Hembusan kekuatan terjadi, membuat Lee dan lainnya terhempas beberapa kaki ke belakang.

"Ini adalah teknik terakhir Gai, bagaimana hasilnya!?" Kakashi bertanya-tanya.

Madara terlempar, terhempas hingga menabrak pohon besar itu. Sementara Gai, ia telah tergeletak dengan tubuh yang gosong. Kemudian setelah kekacauan itu berakhir..

Tampak Madara yang ternyata masih mampu bertahan, meski tubuh bagian kirinya sudah benar-benar kacau..

"Hahaha.. kau hampir saja membunuhku, sialan.." Madara bahkan masih bisa tertawa. "Tadi itu situasi yang genting, tapi aku menikmatinya.. sebagai ucapan terimakasih, sebelum kau menjadi debu, aku akan membunuhmu!!!"

Madara kemudian menembakkan bola hitam ke arah Gai. Akan tetapi..

Seseorang tiba-tiba saja muncul dan menendang bola hitam tersebut. "Dia menendang Gudoudama?" pikir kaget Madara. Dan ternyata, yang muncul adalah Naruto..

"Naruto!?" Madara kaget.

"Tidak, kau berbeda dengan yang sebelumnya.." ucap Madara. Dalam hati ia kesal, "Sialan kau, Obito.."

Naruto telah kembali. "Yah, aku juga terkejut.." ucapnya.
"Sekarang aku merasa aku bisa mengubah segalanya!!"

Bersambung ke : Naruto Chapter 673



Kalau ingin melihat langsung menggunakan gambar Silahkan Kunjungi Click Here

Available link for download

Read more »

Wednesday, November 2, 2016

Komik Naruto chapter 669

Komik Naruto chapter 669


Versi Text Komik Naruto 669
Judul: Hachimon Tonkou no Jin

"Issoku!!" serangan Gai menghantam tubuh Madara. Meski telah berada di mode Rikudo, meski telah mencoba untuk menahannya dengan tongkat yang ia bawa, Madara tetap tampak kewalahan. Serangan Gai cukup kuat untuk membuatnya terdesak.

"Maju guru Gai!!" Lee memberi dukungan, dengan air mata yang masih terlihat mengalir dari kelopak matanya. Hembusan serangan Gai terasa bahkan sampai ke sisi Minato dan yang lainnya.

"Gai!! itukah.."
"Itulah teknik Sekizou yang guru Gai bicarakan!!" ucap Lee.

"Nisoku.." Gai bersiap untuk melancarkan hentakan kedua. Namun tiba-tiba saja, ia menghentikan langkahnya. "Dia berhenti!?" Lee kaget.

Versi Teks oleh : www.VersiTeks.com

"Sekizou adalah teknik berlanjut yang akan menyerang musuh lima kali berturut-turut dengan kecepatan yang terus bertambah di tiap serangannya.." pikir Lee.

"Rasa sakit ini.. menyusahkan sekali.." pikir Gai, ternyata ia berhenti karena tadi ia belum terbiasa. "Tapi, aku sudah mulai terbiasa.. selanjutnya, aku akan melakukannya secara penuh tanpa menyisakan celah sedikitpun.."

Gai kembali bersiap untuk melancarkan deretan teknik hebatnya itu.

"Tomon dari teknik Hachimon saja sebenarnya sudah sangat berat bagi tubuh, aku bahkan tak bisa membayangkan sesakit apa rasanya saat menggunakan Shimon.." pikir Lee.

Bahkan hanya dengan satu serangan dari yang harusnya lima itu, tubuh Madara telah tertancap di tanah, di dalam lubang yang bermeter-meter dalamnya. Ikat kepalanya mulai retak. "Taijutsu yang menyerangmu dengan menekan tekanan udara yang ada di sekitarmu, seperti meriam udara.."

"Kalau 4-5 serangannya mengenaiku, ini akan jadi buruk.." pikir Madara. "Bagaimanapun, aku tak boleh membiarkan serangannya mengenaiku.."

Setelahnya, Madara kembali bangkit, melompat dan keluar dari lubang yang sangat dalam itu. "Bertarung melawan pengguna Hachimon Tonkou no Jin adalah sesuatu yang langka!! Aku akan menjadi lawanmu!!" ucapnya.

"Dia masih hidup!?" Kakashi kaget.
"Apa yang Maito Gai lakukan?" Gaara masih tak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi.

"Hachimon Tonkou no Jin, itu adalah teknik yang akan memaksa kekuatanmu untuk melampaui batas dirimu.." jelas Kakashi. "Itu adalah pase terakhir dari apa yang Lee lakukan padamu saat ujian Chuunin dulu. Setelah batas dari tubuhmu dilepas, kekuatanmu akan bisa bertambah bahkan hingga seratus kali lipat, kekuatan yang bahkan akan melampaui lima kage.. namun, hal itu bersifat sementara. Setelah menggunakan teknik itu, penggunanya akan mati.."

Gai tampak telah kembali bersiap, dengan kekuatannya ia menendang udara hingga memungkinkannya untuk terbang mendekat ke Madara. "Menendang udara, hah?" Madara siap-siap saja.

"Lee, kau.." Gaara tak bisa membayangkan betapa sedihnya Lee sekarang. Namun..

"Aku tidak sedih!!" ucap Lee, dengan air mata yang sudah mulai menghilang. "Di hadapan lelaki yang telah membuat keputusan, merasa sedih atau kasihan sama saja dengan menghinanya!!!" ucapnya.

"Kita akan membantu Gai, dengarkan aku!!" MInato memiliki rencana. Namun apapun itu, Lee sudah siap.

"Sensei, senjata hitam yang ia gunakan itu cukup tangguh.. itu bukanlah sesuatu yang ia aktifkan, itu adalah hasil dari bentuk yang diubah, jadi itu tak akan menghilang.. dia bisa melemparnya sampai sejauh tujuh puluh meter, selebihnya dia tak akan bisa mengendalikannya.." ucap Kakashi, teringat akan saat Madara melontarkan bola hitamnya, tapi kemudian menariknya kembali karena sudah lewat 70 meter.

"Kalau kita bisa melihat dan mengikutinya, Kakashi.. kamuimu mungkin saja akan bisa mengurusnya, dan dia akan kehilangan kendali terhadapnya.." ucap Minato.

"Sebenarnya, aku tak bisa melihat dengan jelas menggunakan mata kiriku.. untuk bisa membidiknya secara akurat, aku harus berada sangat dengat dengannya.."

"Gaara-kun, bisakah kau menyiapkan beberapa pasir?"

"Ingin menggunakannya untuk membawa Kakashi? tapi kecepatannya lebih lambat dari serangan Madara.." ucap Gaara.

"Tak apa, aku juga akan ikut, aku akan membiarkan Kakashi membawa kunaiku.." ucap Minato.

"Hachimon Tonkou, Dairoku Keimon!!!" Lee juga mengaktifkan teknik Hachimonnya, meski hanya bisa membuka sampai gerbang keenam.

"Lee-kun, apa kau bisa menggunakan Hachimon juga!?"

"Aku hanya bisa membukanya sampai gerbang keenam.." ucap Lee. "Aku tak pernah sekecewa ini pada kekuatanku.." lanjutnya.

"Tak apa, Lee.. bagaimanapun kau masih.. salah satu dari bibit muda yang ingin Gai lindungi dengan mengorbankan nyawanya.." ucap MInato. "Lee-kun, aku ingin kau melindungi Gaara-kun, dan juga membawa kunaiku.."

Kembali ke sisi Gai, ia telah melontarkan pukulan pertamanya. "Sekizou, Issoku!!!"

"Dia.. cepat.." Madara berusaha untuk bertahan dengan prisai dari benda hitamnya namun kemudian Gai lanjut dengan serangan kedua, serangan yang bahkan lebih cepat lagi. "Nisoku!!"

Tepat menghantam wajah Madara, dan tak berhenti sampai sana serangan berlanjut pada pukulan-pukulan selanjutnya. "Sansoku!! Yonsoku!!" semakin cepat dan cepat, Madara semakin terdesak.

"Aku tak bisa bergerak.." Madara terkepung oleh tekanan udara dari serangan tadi. Madara memuntahkan darah. Dan tanpa memberi celah, Gai lanjut dengan serangan terakhirnya, "Gosoku!!!"

"Apapun yang terjadi, tetap serang dia, Gai!!!" teriak Minato.

"Dia datang!!" Madara tak terkena serangan lebih parah dari itu, jadi ia menggunakan bola-bola hitamnya untuk menghadang Gai. Namun bersamaan dengan itu, Lee melempar kunai MInato.

"Timing yang bagus, Lee-kun!!" ucap MInato, n dalam sekejap iapun berada di tengah-tengah antara Gai dan bola-bola itu. Bola-bola itu lalu mengenai Minato, dan secepatnya MInato menghilang. Dengan begitu, tak ada lagi yang menghalangi Gai.

Masih ada benda hitam lainnya yang melindungi Madara, namun kemudian Kakashi melanjutkan serangan, "Kamui!!!" Kakashi memindahkan benda yang harusnya melindungi Madara itu ke belakang...

Blatsssss!!!!! akhirnya serangan kelima Gai pun tepat sasaran, mengenai punggung Madara. Benda hitam yang harusnya melindungi namun kini berada di belakang Madara menjadi tambahan tekanan baginya..

Pukulan Gai terus mendorongnya, hingga bahkan menembus benda hitam itu. Darah yang keluar dari mulut Madara semakin bertambah, dan kemudian tubuhnya terlempar sangat jauh ke belakang sana.

Serangan Gai berakhir sampai sana, namun ternyata Madara masih bisa tertawa. "Pertarungan melawan Hashirama.. adalah terakhir kalinya aku merasa sebergairah ini.." ucapnya. "Kau masih bisa bersenang-senang, kan? Apa kau masih punya teknik hebat lainnya?? Aku masih ingin bersenang-senang.."

Gai terkejut, "Bahkan setelah menerima serangan Sekizouku, dia masih.."

Madara memang benar-benar mengerikan. Sementara itu di sisi Naruto, tampak ia sudah membuka matanya.

Naruto 669 END, 





Available link for download

Read more »

Friday, October 14, 2016

Komik Naruto Chapter 666

Komik Naruto Chapter 666




Judul: Dua mangenkyo

Obito menusukkan tangan kirinya ke dalam tubuh Madara, seolah ingin mengobrak-abriknya, mencari sesuatu yang ada di sana. Jarak yang dekat antara mereka berdua tak disiasiakan oleh Madara, ia pun dengan cepat menggerakkan tangannya dan berusaha untuk meraih rinnegan di mata kiri Obito. Namun, Obito cepat dan menggunakan teknik tembusnya..

Akhirnya, Madara tak berhasil mendapatkan mata itu. "Menembus objek.. kemampuan asli dari mata kananmu.." ucap Madara. Obito tak mau mengambil resiko, lalu memanjangkan tangannya untuk menjaga jarak. Namun tetap, tangan kiri Obito berada di tubuh Madara.

Obito menghubungkan dirinya dengan Madara supaya bisa masuk ke alam bawah sadar Madara. Ada sesuatu yang hendak ia lakukan di sana. Madara menyadarinya, "Apa kau bermaksud untuk melemahkan tubuhku dengan mengambil bijuu yang ada dalam diriku?"

Naruto Chapter 666 - Dua Mangekyou
Versi Teks oleh : www.versiteks.comDi dalam diri Madara, tampak chakra tadi semua bijuu yang telah diserapnya, termasuk Kyuubi. "Apa kau pikir kau bisa menang melawanku?" Madara tetap yakin kalau Obito tak akan bisa mengalahkannya.

Obito memasukkan tangannya ke dalam kolam berisi chakra para kyuubi itu, berusaha untuk meraih mereka. Dan hasilnya, terlihat potongan Ichibi dan Hachibi berhasil ia tarik keluar..

"Kau lemah.. yang bisa kau ambil hanyalah potongan Ichibi dan Hachibi.." ucap Madara.

Obito berhasil menarik sedikit bagian dari Ichibi dan Hachibi, lalu kembali ke dunia nyata, ia meminta pada Kakashi, "Kakashi, bawa Naruto ke dimensi lain!!"

Dalam hati Kakashi berpikir, "Apa Obito ingin memberikan Kyuubinya pada kita di sana?"

Tapi tak ada waktu untuk terus berpikir, dengan cepat Kakashi pun menggunakan jutsu dimensinya, "Kamui!!" Naruto dan Sakura pun dipindahkan menuju dimensi lain.

"Kamui!!" Obito hendak menyusul, namun..

"Aku tahu tubuhnya akan menjadi padat lagi saat dia melompat!!" Madara menyerang, mencegatnya supaya tidak bisa kabur. Obito menahan serangan Madara dengan tongkat Rikudounya.

"Kalau aku mencoba untuk pergi ke dimensi lain, dia akan menyerangku lagi dengan serangan itu.. perpindahan antar dimensi terlalu lambat.." pikir Obito.

"Menggunakan mode Sennin ternyata memang pilihan yang tepat.." ucap Madara. "Apa kau bisa menghisap sedikit dari kekuatan itu juga?"

Di dimensi lain, tampak Sakura dan Naruto sudah berada di sana. Sakura ketakutan, "Madara.. dia bisa saja membunuhku kapan saja.. aku benar-benar ketakutan, sampai-sampai aku lupa bernafas.. dia itu.. berbeda.." ucap Sakura dalam hati.

"Aku sudah membawa Naruto ke dimensi lain!!" ucap Kakashi. "Akankah Naruto bisa diselamatkan kalau kau bisa masuk ke sana juga?"

"Ya, serahkan saja padaku.. kali ini, akulah yang akan menjadi tokoh utamanya.." ucap Obito. "Kau jadilah backup-ku, Kakashi.." lanjutnya. Kini mereka berdua berdiri sejajar, sebagai sebuah tim.

"Sudah lama ya sejak terakhir kita satu tim.." ucap Kakashi.
"Apa kau sudah siap?"
"Yah, aku senang strategi terakhirku adalah bersamamu.."

"Obito, Kakashi.." Minato melihat dari kejauahn.

"Obito, aku akan mengambil kembali semua yang telah kuberikan padamu.. terutama mata kiri itu.." ucap Madara.

"Apa kau tertarik dengan mata kiriku, Madara?" ucap Obito. "Kau bilang kalau sharingan akan menunjukkan kekuatannya yang sesungguhnya ketika mata kanan dan kiri bersama-sama.."

"Tidak, itu bukan sharingan, itu rinnegan.." ucap Madara.

"Tidak, maksudku ini.." Obito dan Kakashi seolah telah menjadi duo yang satu, mata kiri dan mata kanan dua sharingan itu seolah telah menjadi satu lagi, hanya saja di dua tubuh yang berbeda.

"Akhirnya, kita bisa bersama-sama lagi.." pikir MInato.

Minato kemudian teringat dengan masa-masanya dulu saat masih menjadi guru mereka..

"Lagi-lagi kau telat!!" bentak Kakashi pada Obito yang baru saja datang.
"Tadi itu aku tersesat di jalan.." ucap Obito.

"Kenapa kau selalu saja mencari jalan yang sulit? kenapa tidak lurus saja langsung kemari.."
"Tadi itu aku mendapat banyak masalah.."

"Shinobi itu harus mematuhi peraturan, kecerobohanmu ini mungkin saja suatu hari nanti akan membahayakan rekanmu.." ucap Kakashi.

"Kalau itu terjadi, maka aku akan melindungimu, sebagai ganti mengikuti peraturan yang ada.." ucap Obito mantap.

"Apa-apaan itu, hah?" Kakashi tak yakin.

"Mataku akan menjelaskannya!! Saat sharinganku bangkit nanti, kau akan mengerti maksudku!!" ucap Obito.

"Aku tak berpikir kalau sharinganmu benar-benar akan berguna.. dan lagi, sharinganmu belum bangkit kan, jadi diam saja!!" bentak Kakashi.

"Kau yang seharusnya diam!! Kau terlalu banyak bicara!! apalagi untuk orang yang selalu saja menutupi mulutnya dengan masker.." balas Obito.

"Mereka benar-benar sulit untuk berdamai ya.." ucap Minato dari kejauhan, yang berdiri bersama dengan Rin. "Ya.. tapi kau tahu, sensei.." Rin hendak menyampaikan sesuatu..

"Aku menantangmu, Kakashi!!" tiba-tiba Gai muncul.
"Kau lagi, muka tebal!?" bentak Obito.

"Hah, kenapa orang-orang selalu saja seperti ini.." Kakashi tak habis pikir.

Kembali ke masa sekarang, ke sisi Madara, "Obito memiliki Rinnegan dan Kyuubi.. tapi kurasa kemampuanku sudah cukup untuk mencegahnya supaya tidak pergi ke dimensi lain.. kamuinya lebih lambat daripada seranganku.." pikirnya.

"Salah seorang dari mereka mungkin akan menahanku, atau mungkin saja Kakashi yang akan memindahkannya ke dimensi lain.. dan dari kata-katanya itu tadi.."

Madara teringat dengan kata-kata Obito tadi, "Kali ini, akulah yang akan menjadi tokoh utamanya.. kau jadilah backup-ku, Kakashi.."

"Aku bisa saja menggunakan Ringa, tapi tidak.. selama Obito masih memiliki Rinnegan, sebaiknya aku tidak menggunakannya.." pikir Madara. "Kalau begitu, aku hanya perlu menyerang mereka berdua secara bersamaan!!"

Madara pun menembakkan dua bola hitamnya ke arah kakashi dan Obito. Kembali ke masa itu, kembali ke hal yang hendak Rin sampaikan..

"Tap kau tahu, sensei.."

"Serahkan saja padaku.. aku pasti akan.." Rin berlari, meraih tangan Kakashi dan Obito dan kemudian membawa pergi. Rin selalu bisa menjadi penenah di antara mereka berdua. "Ayo cepat pergi, kalian berdua!!" ucap Rin.

"Kamui!!!" Obito menggunakan kamui, begitu pula dengan Kakashi. Obito mengarahkan kamui kepada dirinya, sementara Kakashi mengarahkan kamuinya pada Obito, keduanya diarahkan pada Obito.

"Menggunakan kamui secara bersamaan untuk menambah kecepatannya, ya.." ucap Madara.

Akhirnya Obito berhasil pergi ke dimensi lain, sementara Kakashi.. serangan Madara tetap mengarah kepadanya, namun.. Blarrr!!!! sesuatu menyelamatkan Kakashi..

"Tolong urus anakku, Obito!!" pikir Minato dari kejauhan..

Di dimensi lain..
"Obito!!" Sakura kaget dengan kemunculan Obito.

"Tak apa, aku akan menyelamatkan Naruto.." ucap Obito.
"Apa aku bisa mempercayaimu?" Sakura masih ragu.

"Aku tak pernah bisa berjalan di jalan yang lurus, tapi akhirnya.. aku bisa sampai di sini.." Obito pun memindahkan chakra kyuubi yang sebelumnya berhasil didapatkan oleh Zetsu hitam ke tubuh Naruto.

Kembali ke sisi Kakashi, ia berhasil selamat dari serangan Madara..
"Lagi-lagi, kau datang di waktu yang tepat.."

"Gai.." ternyata yang menolongnya adalah gai.

"Terimakasih karena sudah menolong Kakashi.." pikir Minato dari kejauhan.

"Apa kau baik-baik saja, Kakashi?" ucap Gai.

"Sepertinya aku pernah melihatmu di suatu tempat.." ucap Madara.

"Hm??" Gai melihat ke arah Madara, lalu bertanya, "Dia itu siapa??"

Klik like dan bagikan

Bersambung ke : Naruto Chapter 667

Available link for download

Read more »

Saturday, September 17, 2016

Komik Naruto Chapter 670 Bahasa Indonesia

Komik Naruto Chapter 670 Bahasa Indonesia




Judul: Awal

Naruto terbangun dari tidur panjangnya, terbangun di tempat misterius yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya. "Dimana aku?" Naruto bertanya-tanya. "Apa aku.. sudah mati?"

"Mengapa berpikir kalau engkau telah mati?" ucap orang misterius yang berada tak jauh darinya. "Caramu memandang kematian sungguh berbeda dengan caraku dahulu.." ucapnya lagi.

"Anak muda, engkau pasti memiliki spirit yang maha besar hingga memandang kematian sesantai itu.."

"Siapa kau?" Naruto tak mengenal orang itu.

"Itu adalah pertanyaan yang realistis dalam situasi seperti sekarang ini, tapi aku khawatir jikalau pendapatmu akan berbeda dengan pendahulumu setelah dirimu mendengar namaku.."

Versi Teks oleh : www.VersiTeks.com

"Aku adalah ia, orang yang telah membawa kedamaian dan perintah, namaku adalah Hagoromo.."

"Reaksimu.. diriku telah memprediksi bahwa reaksimu akan seperti itu.." ucap orang itu lagi, Hagoromo, lelaki tua yang duduk di atas bola-bola hitam yang melayang.

"Aku tak terlalu mengerti dengan apa yang dia katakan, apa dia itu kakek-kakek yang suka memberi ceramah pada orang-orang??" pikir Naruto. "Maaf pak tua, tapi aku.."

"Yah, kalau begitu.."

"Ah!! Matamu!!" Naruto baru menyadarinya, kakek itu memiliki mata yang sudah tak asing lagi baginya. "Rinnegan!!!" ucap Naruto.

"Engkau memiliki bakat dalam memandang seseorang, dan aku berharap hendaknya kau juga mampu mengerti kondisimu saat ini secara realistis.."

"Engkau belum mati.. ini adalah dunia yang berada di dalam pikiranmu.." kakek itu terus mengatakan hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu dimengerti oleh Naruto. "Aku menyadari engkau pasti sudah tidak sabar lagi, namun akan jadi percuma saja jikalau engkau terburu-buru saat ini, wahai anak muda.."

"Pak tua ini bukan musuh, kan?" pikir Naruto lagi. "Tapi.."

Naruto kemudian membentaknya, "Sudah cukup!! Bisakah kau bicara dengan bahasa yang aku mengerti!?"

"Diriku adalah suatu anakronis, aliran waktu yang begitu panjang telah memberi perubahan yang penting terhadap tradisi dan budaya manusia, cara pandang dan etnis.."

"Ketika aku melakukan perjalanan waktu untuk bisa bertemu dengan transmigran, diriku mampu merasakan diskrepansi dalam nilai kita. Secara methologik, aku juga belajar budaya dan bahasa baru, tapi.."

"Daaah!!! Diam!!!" Naruto semakin kesal. "Aku tak punya waktu untuk mendengar perkataan kakek aneh sepertimu!!!" bentaknya lagi.

"Pemburuan kata-kata, serta berbagai jenis pembelajaran adalah hal yang ambigu. Jikalau dirimu hendaknya tidak mampu untuk sampai pada pengertian mutual karena sulit untuk menemukan suatu definisi, maka aku akan membuka pengetahuan idealistik dan pemikiran materialistiku serta bicara dengan cara yang mudah.."

"Apa kau ini alien atau semacamnya, hah?" ucap Naruto. "Aku bisa merasakan kalau kau itu punya kharisma, tapi.."

"Yah, itu terlalu berlebihan, kan? Ehm.." kakek itu kemudian mengubah logatnya. "Aku ini alien? yang benar saja, hahaha! Tapi kurasa itu cukup masuk akal juga sih.."

"Eh!?" Naruto kaget.

"Kau masih belum mengerti juga?" tanya kakek Hagoromo. "Aku tak berharap percakapan kita menjadi begitu kompleks.."

"Tidak, caramu bicara sekarang sudah bisa kumengerti!! Aku hanya kaget karena perubahannya begitu tiba-tiba.."

"Oh, benarkah?? Jadi sekarang aku hanya perlu bicara seperti ini, kan? yeah!!"

"Aha.. tapi.. aneh saja, caramu bicara tak cocok dengan penampilanmu.." ucap Naruto. "Kharismu tiba-tiba saja menghilang.." ucapnya dalam hati.

"Kurasa kau harus membuang sedikit perasaan kompleks itu, atau kau akan terdengar seperti orang bodoh.." saran Naruto.

"Bukankah itu terlalu berlebihan? siapa yang kau sebut bodoh, hah!? Yah, kurasa itu memang pantas kudapat kalau bicara seperti itu.. jadi apa sekarang cara bicaraku sudah agak baikan?"

"Ya!! Begitu saja!! Aku tak keberatan dengan itu, kurasa sekarang aku sudah mengerti.."

"Huft, akhirnya sekarang kita bisa bicara dengan baik.. ngomong-ngomong, kau ini siapa? Kau tahu banyak tentang tempat ini, jadi bisakah kau memberitahuku bagaimana cara untuk bisa keluar dari sini?"

"Jangan menanyaiku terlalu banyak pertanyaan secara bersamaan.. di masa lalu, aku sudah mati. Aku adalah seorang pendeta, dalam bentuk chakra yang melayang, melakukan perjalanan antar generasi untuk melihat ninshuu akan menjadi seperti apa.."

"Namaku adalah Hagoromo, dan sebagai pendiri ninshuu, aku juga dikenal sebagai Rikudo Sennin.."

Ya, kakek itu tak lain adalah Rikudo Sennin.

"Eeh!? Kau yang dibicarakan oleh petapa genit dan Nagato!?" Naruto kaget.
"Oh, jadi kau tahu aku?" ucap kakek itu, Rikudo Sennin.

"Kau adalah orang yang menciptakan ninjutsu, kan!?"

"Bukan ninjutsu, melainkan ninshuu.." ucap Rikudo Sennin. "Ninshuuku dibuat untuk menciptakan harapan, jangan samakan dengan ninjutsu yang dibuat untuk menciptakan perang.." jelasnya.

"Ngomong-ngomong, kalau kau memang Rikudo Sennin, ada banyak hal yang kutanyakan, tapi pertama-tama.."

"Kau mengingatkanku dengan putraku, Ashura.." ucap Rikudo Sennin. Ia mencelupkan tongkatnya ke air yang ada di bawah mereka. Lalu saat Naruto menatap ke bayangannya yang ada di air, terlihat sosok putra bungsu Rikudo Sennin, Ashura.

"Yah, kurasa sekarang adalah saat yang tepat, ada sesuatu yang ingin kupercayakan padamu.." ucap Rikudo Sennin.

"Ashura? percayakan??" masih ada banyak hal yang tak Naruto mengerti. "Berhenti mengatakan hal-hal yang aneh, keluarkan saja aku dari sini.." ucapnya.

"Maaf, tapi itu bukanlah sesuatu yang bisa kulakukan.. itu tergantung dari apa yang dilakukan oleh orang yang ada di luarmu, aku hanya bisa memberitahumu.."

"Lagi-lagi aku tidak mengerti.." ucap Naruto.

"Intinya percuma saja kalau kau bebas sekarang. Untuk itu, aku akan memintamu.. bukan, kaulah yang bertanya padaku.. pertama-tama, mengenai ibu dan putra-putraku.."

"Sebagai ibu, Kaguya Ootsuki datang ke tanah kalian dari negeri yang sangat jauh.. dia datang untuk mengambil buah pohon suci.." Rikudo Sennin mulai bercerita. "Itu adalah pohon suci yang kau lihat dalam perang ini.. dan buahnya terbuat dari chakra.."

"Kaguya memakan buah itu, dan dengan kekuatan yang didapatnya, ia bisa menguasai dunia.."

"Dari mana Kaguya berasal? apa dia lebih kuat darimu? apa benar ibu-ibu itu mengerikan kalau mereka marah??" tanya Naruto.

"Darimana dia berasal bukanlah sesuatu yang penting.. dia itu kuat, lebih kuat dari siapapun. Orang-orang menganggap ibuku sebagai dewa, sekaligus iblis.. mereka memuja sekalikus takut padanya.."

"Kaguya kemudian melahirkan dua anak, dimana aku adalah salah satu dari mereka. Untuk mendapat pengampunan dari dosa ibu kami, aku dan saudaraku bertarung melawan Juubi, yang merupakan inkarnasi dari pohon suci, dan kemudian menyegelnya dalam tubuh kami.."

"Pohon suci berjuang untuk mendapatkan kembali buah chakra yang telah dicuri darinya. Kemudian, aku juga memilikii dua orang anak, yang lebih tua kunamai Indra dan adiknya Ashura.. aku mengajari mereka ninshuu.."

"Akan tetapi, mereka memiliki perbedaan yang sangat besar. Yang satu memiliki gen chakraku yang kuat sementara yang satunya lagi tidak, perbedaannya benar-benar jauh.."

"Lagi-lagi menjadi rumit, dengan kata lain saja.." pinta Naruto.

"Pada dasarnya, sang kakak, Indra memiliki kemampuan yang sangat hebat, sementara Ashura kemampuannya sangat buruk.."

"Sangat buruk.. padahal dia putra Rikudou Sennin.." ucap Naruto.

"Mungkin tak seharusnya aku mengatakan ini, tapi.. tak peduli seberapa hebat orangtua, anak mereka tak akan langsung mewarisi semua potensi mereka begitu saja, aku yakin kau pasti mengerti mengerti hal itu.. karena kau juga begitu kan, Naruto?"

"Kurasa memang begitu.." ucap Naruto, teringat dengan orangtuanya.

"Kau benar-benar mengingatkanku akan Ashura, juga hal-hal yang telah kau lakukan.." ucap Rikudo Sennin lagi.

"Hm?? yang kulakukan??"

"Indra dan Ashura berjalan di jalan yang berbeda.." ucap Rikudo Sennin.

"Indra yang terlahir dengan kekuatan mata dan kemampuan bertarung yang hebat dianggap sebagai anak jenius.. dia melakukan semua yang ia mau dan mengerti kalau kekuatannya itu spesial dan berbeda dari orang-orang.. dia juga sadar kalau kekuatan bisa membuat apapun menjadi nyata.."

"Di sisi lain, Ashura tak bisa melakukan segala sesuatu dengan baik, bahkan sejak ia masih kecil.. ia tak bisa melakukan apapun seorang diri. Untuk bisa menyandingi kekuatan kakaknya, ia butuh banyak usaha, serta dukungan dari orang lain.."

"Setelah melewati latihan yang sangat keras, chakra dalam dirinya mulai mekar.. akhirnya ia memperoleh kekuatan yang sama dengan kakaknya.. dia juga sadar kalau kerja sama dan bantuan dari orang lainlah yang membuatnya menjadi kuat.."

"Ia mengerti arti dari menjaga orang lain, dan sadar kalau cinta bisa membuat segalanya menjadi nyata.."

"Dari jalan yang Ashura tempuh, aku bisa melihat adanya kemungkinan.."

"Aku memecah kekuatan Juubi yang ada dalam diriku, kemudian memberikan nama pada tiap bagiannya.. aku percaya kalau hubungan yang disebut dengan kerja sama adalah kekuatan yang sesungguhnya.."

"Aku juga menjadikan Ashura sebagai pewaris ninshuu, jadi dia bisa mempimpin orang-orang, dan kupikir kakaknya Indra juga akan mau bekerja sama, namun.."

"Indra tak bisa menerimanya, dan sejak saat itu semuanya dimulai.. perang yang panjang.."

"Meskipun tubuh mereka telah hancur, chakra mereka tetap tidak menghilang, berpindah dari waktu ke waktu, terus menerus.." jelas Rikudo Sennin.

"Seperti kerasukan arwah, ya.. lalu, siapa yang ia rasuki sekarang?" tanya Naruto, lalu Rikudo Sennin menjawab, "Kau, Naruto.. kaulah reinkarnasi dari sang adik, Ashura.."

Klik like dan bagikan

Bersambung ke : Naruto Chapter 671

Thanks: beelzeta animanga

-L7-
— with Abdurrahman Rozin and 8 others.
Photo: <==== Komik Naruto Chapter 670 Bahasa Indonesia ====> Judul: Awal Naruto terbangun dari tidur panjangnya, terbangun di tempat misterius yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya. "Dimana aku?" Naruto bertanya-tanya. "Apa aku.. sudah mati?" "Mengapa berpikir kalau engkau telah mati?" ucap orang misterius yang berada tak jauh darinya. "Caramu memandang kematian sungguh berbeda dengan caraku dahulu.." ucapnya lagi. "Anak muda, engkau pasti memiliki spirit yang maha besar hingga memandang kematian sesantai itu.." "Siapa kau?" Naruto tak mengenal orang itu. "Itu adalah pertanyaan yang realistis dalam situasi seperti sekarang ini, tapi aku khawatir jikalau pendapatmu akan berbeda dengan pendahulumu setelah dirimu mendengar namaku.." Versi Teks oleh : www.VersiTeks.com "Aku adalah ia, orang yang telah membawa kedamaian dan perintah, namaku adalah Hagoromo.." "Reaksimu.. diriku telah memprediksi bahwa reaksimu akan seperti itu.." ucap orang itu lagi, Hagoromo, lelaki tua yang duduk di atas bola-bola hitam yang melayang. "Aku tak terlalu mengerti dengan apa yang dia katakan, apa dia itu kakek-kakek yang suka memberi ceramah pada orang-orang??" pikir Naruto. "Maaf pak tua, tapi aku.." "Yah, kalau begitu.." "Ah!! Matamu!!" Naruto baru menyadarinya, kakek itu memiliki mata yang sudah tak asing lagi baginya. "Rinnegan!!!" ucap Naruto. "Engkau memiliki bakat dalam memandang seseorang, dan aku berharap hendaknya kau juga mampu mengerti kondisimu saat ini secara realistis.." "Engkau belum mati.. ini adalah dunia yang berada di dalam pikiranmu.." kakek itu terus mengatakan hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu dimengerti oleh Naruto. "Aku menyadari engkau pasti sudah tidak sabar lagi, namun akan jadi percuma saja jikalau engkau terburu-buru saat ini, wahai anak muda.." "Pak tua ini bukan musuh, kan?" pikir Naruto lagi. "Tapi.." Naruto kemudian membentaknya, "Sudah cukup!! Bisakah kau bicara dengan bahasa yang aku mengerti!?" "Diriku adalah suatu anakronis, aliran waktu yang begitu panjang telah memberi perubahan yang penting terhadap tradisi dan budaya manusia, cara pandang dan etnis.." "Ketika aku melakukan perjalanan waktu untuk bisa bertemu dengan transmigran, diriku mampu merasakan diskrepansi dalam nilai kita. Secara methologik, aku juga belajar budaya dan bahasa baru, tapi.." "Daaah!!! Diam!!!" Naruto semakin kesal. "Aku tak punya waktu untuk mendengar perkataan kakek aneh sepertimu!!!" bentaknya lagi. "Pemburuan kata-kata, serta berbagai jenis pembelajaran adalah hal yang ambigu. Jikalau dirimu hendaknya tidak mampu untuk sampai pada pengertian mutual karena sulit untuk menemukan suatu definisi, maka aku akan membuka pengetahuan idealistik dan pemikiran materialistiku serta bicara dengan cara yang mudah.." "Apa kau ini alien atau semacamnya, hah?" ucap Naruto. "Aku bisa merasakan kalau kau itu punya kharisma, tapi.." "Yah, itu terlalu berlebihan, kan? Ehm.." kakek itu kemudian mengubah logatnya. "Aku ini alien? yang benar saja, hahaha! Tapi kurasa itu cukup masuk akal juga sih.." "Eh!?" Naruto kaget. "Kau masih belum mengerti juga?" tanya kakek Hagoromo. "Aku tak berharap percakapan kita menjadi begitu kompleks.." "Tidak, caramu bicara sekarang sudah bisa kumengerti!! Aku hanya kaget karena perubahannya begitu tiba-tiba.." "Oh, benarkah?? Jadi sekarang aku hanya perlu bicara seperti ini, kan? yeah!!" "Aha.. tapi.. aneh saja, caramu bicara tak cocok dengan penampilanmu.." ucap Naruto. "Kharismu tiba-tiba saja menghilang.." ucapnya dalam hati. "Kurasa kau harus membuang sedikit perasaan kompleks itu, atau kau akan terdengar seperti orang bodoh.." saran Naruto. "Bukankah itu terlalu berlebihan? siapa yang kau sebut bodoh, hah!? Yah, kurasa itu memang pantas kudapat kalau bicara seperti itu.. jadi apa sekarang cara bicaraku sudah agak baikan?" "Ya!! Begitu saja!! Aku tak keberatan dengan itu, kurasa sekarang aku sudah mengerti.." "Huft, akhirnya sekarang kita bisa bicara dengan baik.. ngomong-ngomong, kau ini siapa? Kau tahu banyak tentang tempat ini, jadi bisakah kau memberitahuku bagaimana cara untuk bisa keluar dari sini?" "Jangan menanyaiku terlalu banyak pertanyaan secara bersamaan.. di masa lalu, aku sudah mati. Aku adalah seorang pendeta, dalam bentuk chakra yang melayang, melakukan perjalanan antar generasi untuk melihat ninshuu akan menjadi seperti apa.." "Namaku adalah Hagoromo, dan sebagai pendiri ninshuu, aku juga dikenal sebagai Rikudo Sennin.." Ya, kakek itu tak lain adalah Rikudo Sennin. "Eeh!? Kau yang dibicarakan oleh petapa genit dan Nagato!?" Naruto kaget. "Oh, jadi kau tahu aku?" ucap kakek itu, Rikudo Sennin. "Kau adalah orang yang menciptakan ninjutsu, kan!?" "Bukan ninjutsu, melainkan ninshuu.." ucap Rikudo Sennin. "Ninshuuku dibuat untuk menciptakan harapan, jangan samakan dengan ninjutsu yang dibuat untuk menciptakan perang.." jelasnya. "Ngomong-ngomong, kalau kau memang Rikudo Sennin, ada banyak hal yang kutanyakan, tapi pertama-tama.." "Kau mengingatkanku dengan putraku, Ashura.." ucap Rikudo Sennin. Ia mencelupkan tongkatnya ke air yang ada di bawah mereka. Lalu saat Naruto menatap ke bayangannya yang ada di air, terlihat sosok putra bungsu Rikudo Sennin, Ashura. "Yah, kurasa sekarang adalah saat yang tepat, ada sesuatu yang ingin kupercayakan padamu.." ucap Rikudo Sennin. "Ashura? percayakan??" masih ada banyak hal yang tak Naruto mengerti. "Berhenti mengatakan hal-hal yang aneh, keluarkan saja aku dari sini.." ucapnya. "Maaf, tapi itu bukanlah sesuatu yang bisa kulakukan.. itu tergantung dari apa yang dilakukan oleh orang yang ada di luarmu, aku hanya bisa memberitahumu.." "Lagi-lagi aku tidak mengerti.." ucap Naruto. "Intinya percuma saja kalau kau bebas sekarang. Untuk itu, aku akan memintamu.. bukan, kaulah yang bertanya padaku.. pertama-tama, mengenai ibu dan putra-putraku.." "Sebagai ibu, Kaguya Ootsuki datang ke tanah kalian dari negeri yang sangat jauh.. dia datang untuk mengambil buah pohon suci.." Rikudo Sennin mulai bercerita. "Itu adalah pohon suci yang kau lihat dalam perang ini.. dan buahnya terbuat dari chakra.." "Kaguya memakan buah itu, dan dengan kekuatan yang didapatnya, ia bisa menguasai dunia.." "Dari mana Kaguya berasal? apa dia lebih kuat darimu? apa benar ibu-ibu itu mengerikan kalau mereka marah??" tanya Naruto. "Darimana dia berasal bukanlah sesuatu yang penting.. dia itu kuat, lebih kuat dari siapapun. Orang-orang menganggap ibuku sebagai dewa, sekaligus iblis.. mereka memuja sekalikus takut padanya.." "Kaguya kemudian melahirkan dua anak, dimana aku adalah salah satu dari mereka. Untuk mendapat pengampunan dari dosa ibu kami, aku dan saudaraku bertarung melawan Juubi, yang merupakan inkarnasi dari pohon suci, dan kemudian menyegelnya dalam tubuh kami.." "Pohon suci berjuang untuk mendapatkan kembali buah chakra yang telah dicuri darinya. Kemudian, aku juga memilikii dua orang anak, yang lebih tua kunamai Indra dan adiknya Ashura.. aku mengajari mereka ninshuu.." "Akan tetapi, mereka memiliki perbedaan yang sangat besar. Yang satu memiliki gen chakraku yang kuat sementara yang satunya lagi tidak, perbedaannya benar-benar jauh.." "Lagi-lagi menjadi rumit, dengan kata lain saja.." pinta Naruto. "Pada dasarnya, sang kakak, Indra memiliki kemampuan yang sangat hebat, sementara Ashura kemampuannya sangat buruk.." "Sangat buruk.. padahal dia putra Rikudou Sennin.." ucap Naruto. "Mungkin tak seharusnya aku mengatakan ini, tapi.. tak peduli seberapa hebat orangtua, anak mereka tak akan langsung mewarisi semua potensi mereka begitu saja, aku yakin kau pasti mengerti mengerti hal itu.. karena kau juga begitu kan, Naruto?" "Kurasa memang begitu.." ucap Naruto, teringat dengan orangtuanya. "Kau benar-benar mengingatkanku akan Ashura, juga hal-hal yang telah kau lakukan.." ucap Rikudo Sennin lagi. "Hm?? yang kulakukan??" "Indra dan Ashura berjalan di jalan yang berbeda.." ucap Rikudo Sennin. "Indra yang terlahir dengan kekuatan mata dan kemampuan bertarung yang hebat dianggap sebagai anak jenius.. dia melakukan semua yang ia mau dan mengerti kalau kekuatannya itu spesial dan berbeda dari orang-orang.. dia juga sadar kalau kekuatan bisa membuat apapun menjadi nyata.." "Di sisi lain, Ashura tak bisa melakukan segala sesuatu dengan baik, bahkan sejak ia masih kecil.. ia tak bisa melakukan apapun seorang diri. Untuk bisa menyandingi kekuatan kakaknya, ia butuh banyak usaha, serta dukungan dari orang lain.." "Setelah melewati latihan yang sangat keras, chakra dalam dirinya mulai mekar.. akhirnya ia memperoleh kekuatan yang sama dengan kakaknya.. dia juga sadar kalau kerja sama dan bantuan dari orang lainlah yang membuatnya menjadi kuat.." "Ia mengerti arti dari menjaga orang lain, dan sadar kalau cinta bisa membuat segalanya menjadi nyata.." "Dari jalan yang Ashura tempuh, aku bisa melihat adanya kemungkinan.." "Aku memecah kekuatan Juubi yang ada dalam diriku, kemudian memberikan nama pada tiap bagiannya.. aku percaya kalau hubungan yang disebut dengan kerja sama adalah kekuatan yang sesungguhnya.." "Aku juga menjadikan Ashura sebagai pewaris ninshuu, jadi dia bisa mempimpin orang-orang, dan kupikir kakaknya Indra juga akan mau bekerja sama, namun.." "Indra tak bisa menerimanya, dan sejak saat itu semuanya dimulai.. perang yang panjang.." "Meskipun tubuh mereka telah hancur, chakra mereka tetap tidak menghilang, berpindah dari waktu ke waktu, terus menerus.." jelas Rikudo Sennin. "Seperti kerasukan arwah, ya.. lalu, siapa yang ia rasuki sekarang?" tanya Naruto, lalu Rikudo Sennin menjawab, "Kau, Naruto.. kaulah reinkarnasi dari sang adik, Ashura.." Klik like dan bagikan Bersambung ke : Naruto Chapter 671 Thanks: beelzeta animanga -L7-

Available link for download

Read more »